Headline.co.id, Tidore Kepulauan ~ Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan koperasi sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi kerakyatan. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat peran Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Soasio dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Asis Hadad, dalam acara Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Koperasi TKBM Pelabuhan Soasio Periode 2026–2029 yang berlangsung di Terminal Penumpang Pelabuhan Trikora, Kelurahan Goto, Kota Tidore Kepulauan, pada Senin (15/6/2026).
Asis Hadad menyatakan, “Kami berharap koperasi ini dapat tumbuh menjadi organisasi yang kuat, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah.” Ia juga mengajak seluruh anggota koperasi untuk menjaga kekompakan dan meningkatkan partisipasi dalam setiap program yang dijalankan oleh koperasi tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Soasio, Abdul Rohim Taha, menambahkan bahwa pelantikan pengurus baru ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah strategis untuk memperkuat peran TKBM dalam mendukung aktivitas kepelabuhanan. “Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat bergantung pada kelancaran distribusi barang antarpulau,” ujar Abdul Rohim Taha. Ia juga meminta agar pengurus yang baru dilantik terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di pelabuhan.
Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Soasio periode 2026–2029, Ismail Ali, menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab dengan penuh dedikasi, transparansi, dan komitmen dalam memperjuangkan kepentingan seluruh anggota. Menurut Ismail, tenaga kerja bongkar muat memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran aktivitas pelabuhan dan distribusi barang. “Kami akan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil sesuai dengan kepentingan anggota,” kata Ismail Ali.
Ismail juga menjelaskan bahwa penyesuaian kelembagaan TKBM menjadi koperasi dilakukan sesuai ketentuan melalui Musyawarah Luar Biasa pada 23 Januari 2026. Langkah ini dianggap penting untuk memperkuat legalitas, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan kepastian hukum bagi anggota. Ia menyoroti perlunya perhatian terhadap kesejahteraan pekerja, terutama terkait upah yang dinilai belum sebanding dengan beban kerja dan risiko yang dihadapi. “Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja,” ujar Ismail Ali.





















