Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaksanakan pengambilan sumpah dan janji bagi 1.322 Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru serta melantik 212 Pejabat Fungsional (Jabfung) secara serentak di seluruh Indonesia pada Rabu (10/6/2026). Acara ini dipimpin oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, di Aula Prona Kementerian ATR/BPN Jakarta, sebagai bagian dari upaya memperkuat birokrasi yang profesional dan berintegritas.
Dalam sambutannya, Wamen Ossy menegaskan bahwa pengambilan sumpah dan janji bukan hanya kegiatan administratif atau seremonial, tetapi merupakan titik awal pengabdian seorang aparatur negara kepada bangsa dan masyarakat. “Sebagai ASN, Saudara-saudara dituntut untuk menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan etika dalam bekerja. Momen ini menjadi awal dimulainya tanggung jawab yang sesungguhnya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” ujar Ossy.
Ossy menekankan pentingnya integritas, disiplin, dan etika sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas sehari-hari bagi setiap ASN. Ia menambahkan bahwa status ASN bukan sekadar pekerjaan atau kedudukan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi. ASN juga diharapkan untuk selalu mengutamakan kepentingan masyarakat serta memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan profesional.
“Perilaku ASN menjadi cerminan institusi dan pemerintah. Oleh sebab itu, nilai-nilai dasar ASN harus senantiasa dijaga dalam setiap pelaksanaan tugas,” katanya. Wamen Ossy juga menyoroti peran strategis pejabat fungsional yang baru dilantik, yang menurutnya memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung percepatan pencapaian target organisasi.
Ia menjelaskan bahwa pejabat fungsional dituntut memiliki kompetensi teknis yang kuat, kemampuan adaptasi yang tinggi, serta orientasi terhadap hasil kerja yang efektif dan efisien. “Sebagai Jabfung yang profesional, Saudara-saudara harus menjadi penggerak organisasi dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas dan berbasis kompetensi,” ujarnya.
Ossy juga mendorong seluruh ASN untuk terus mengembangkan kapasitas diri melalui peningkatan kompetensi dan penguasaan teknologi. Menurutnya, tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks membutuhkan aparatur yang adaptif, inovatif, dan kolaboratif. Transformasi birokrasi yang tengah dijalankan pemerintah, lanjutnya, membutuhkan dukungan ASN yang mampu bekerja secara profesional sekaligus responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Jadilah bagian dari generasi ASN yang adaptif, inovatif, dan kolaboratif sehingga mampu memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi, bangsa, dan negara,” tegasnya. Penguatan kualitas ASN di lingkungan ATR/BPN menjadi bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan terpercaya sebagaimana arah pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan tersebut berlangsung secara luring dan daring dengan melibatkan seluruh kantor wilayah BPN di Indonesia. Seluruh peserta mengenakan seragam Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dan menandatangani berita acara sumpah serta pelantikan sebagai bentuk komitmen menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur negara. Melalui penguatan SDM aparatur ini, Kementerian ATR/BPN berharap mampu mempercepat transformasi pelayanan pertanahan dan tata ruang, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang profesional, terpercaya, dan berkelas dunia.




















