Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia berencana membangun 100 infrastruktur pascapanen guna memperkuat ekosistem pangan nasional. Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa pembangunan ini merupakan solusi permanen untuk memperkuat sistem pangan dari hulu hingga hilir. “Ini adalah langkah strategis untuk memastikan ketersediaan dan pasokan pangan tetap terjaga,” ujar Mentan pada Selasa, 9 Juni 2026.
Ratusan gudang tersebut akan dibangun di berbagai wilayah Indonesia, terutama di daerah yang belum memiliki fasilitas penyimpanan pangan yang memadai. Infrastruktur ini diharapkan dapat mengatasi dinamika distribusi pangan dengan memastikan stok dan pasokan pangan tetap terjaga secara berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. Dengan adanya fasilitas penyimpanan dan pendukung pascapanen, distribusi pangan diharapkan dapat berjalan lebih efektif, sehingga risiko gangguan pasokan yang dapat memicu gejolak harga dapat diminimalkan.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 triliun untuk program pembangunan infrastruktur ini, dengan lokasi pembangunan yang telah disiapkan di berbagai sentra produksi pangan nasional. Menurut Mentan, pembangunan ini merupakan solusi jangka panjang untuk memperkuat sistem pangan nasional, menjaga ketersediaan pangan, memperlancar distribusi, serta mewujudkan harga yang wajar bagi masyarakat.
Gudang-gudang yang akan dibangun nantinya akan menjadi simpul utama dalam ekosistem pangan nasional yang terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih), Perum Bulog, dan program makan bergizi gratis (MBG). “Infrastruktur ini akan menjadi bagian penting dari ekosistem pangan kita,” jelas Mentan.
Mentan menegaskan bahwa urgensi pembangunan infrastruktur ini semakin relevan dengan semakin kuatnya stok beras nasional yang dikelola oleh Perum Bulog. Saat ini, stok cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 5,3 juta ton hingga awal Juni, melampaui kapasitas gudang Bulog secara nasional yang sekitar 3 juta ton. Oleh karena itu, skema gudang filial diterapkan untuk memastikan stok beras di Bulog tetap terjaga dengan baik dan dapat segera didistribusikan untuk stabilisasi pangan.





















