Headline.co.id, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar ~ Sumatra Barat, berkomitmen mempercepat pemulihan pascabencana hidrometeorologi dengan meluncurkan Program Padat Karya Penanggulangan Bencana. Program ini bertujuan memperbaiki infrastruktur sekaligus memulihkan ekonomi masyarakat terdampak. Penandatanganan kerja sama Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Pemkab Tanah Datar dilakukan di Gedung Indo Jolito, Batusangkar, pada Kamis, 4 Juni 2026.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, Ketua Tim Bidang Padat Karya Kemenaker Muhammad Ikrar Dinata, Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Nusyirwan, serta sejumlah undangan lainnya. Muhammad Ikrar Dinata menyatakan bahwa bantuan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI sebagai bentuk kepedulian pemerintah pusat terhadap masyarakat terdampak banjir di Sumatera.
Menurut Muhammad Ikrar Dinata, Provinsi Sumatera Barat mendapatkan 20 titik bantuan Program Padat Karya yang tersebar di tiga daerah: Kota Padang dua titik, Kabupaten Agam 11 titik, dan Kabupaten Tanah Datar tujuh titik. Proses penyaluran bantuan dimulai dari pengajuan usulan oleh pemerintah kabupaten/kota, dilanjutkan dengan verifikasi dokumen, validasi lokasi, hingga penandatanganan kerja sama sebelum pelaksanaan program.
Wakil Bupati Ahmad Fadly mengapresiasi dukungan Kementerian Ketenagakerjaan melalui Program Padat Karya Pascabencana. “Program ini sangat positif, terutama di tengah kondisi perekonomian masyarakat yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan program dengan penuh tanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Tanah Datar, Nusyirwan, melaporkan bahwa pascabencana hidrometeorologi 2025, Pemkab Tanah Datar mengusulkan 10 titik bantuan Program Padat Karya, dan tujuh titik di antaranya disetujui. Bantuan tersebut akan digunakan untuk pembangunan sarana penyediaan air bersih di Nagari Sawah Tangah dan Nagari Bungo Tanjung, serta pekerjaan rabat beton di Nagari Jaho, Nagari Batipuah Baruah, Nagari Tambangan, Nagari Padang Laweh, dan Nagari Saruaso.




















