Headline.co.id, Padang ~ Pemerintah Kota Padang menargetkan untuk meraih penghargaan Swasti Saba Wistara pada tahun 2027, setelah sebelumnya mendapatkan Swasti Saba Wiwerda pada Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) 2025. Target ini tidak hanya untuk prestasi administratif, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas lingkungan, pelayanan publik, kesehatan masyarakat, dan tata kelola kota yang berkelanjutan.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan komitmen ini dalam Rapat Persiapan Penilaian Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2027 yang berlangsung di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang Aie Pacah, pada Selasa (2/6/2026). Dalam arahannya, Fadly menyatakan bahwa program Kota Sehat berkaitan langsung dengan visi pembangunan Kota Padang yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Program Kota Sehat ini adalah bagian dari upaya kita untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Padang,” ujar Fadly. Ia menekankan pentingnya keterlibatan semua pemangku kepentingan, termasuk organisasi perangkat daerah, Forum Kota Sehat (FKS), pemerintah kecamatan dan kelurahan, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
Fadly juga menyoroti bahwa semua indikator penilaian harus diperhatikan sejak dini agar kekurangan yang ditemukan pada penilaian sebelumnya dapat segera diperbaiki. “Kita harus memastikan bahwa semua indikator penilaian terpenuhi,” tegasnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang sekaligus Ketua Pembina Forum Kota Sehat, Swesti Fanloni, menjelaskan bahwa Kota Padang telah mencatatkan capaian yang baik pada penilaian 2025 dengan nilai tertinggi di tingkat Provinsi Sumatra Barat. Namun, masih ada beberapa indikator yang perlu ditingkatkan untuk memenuhi standar Swasti Saba Wistara.
Dalam sistem penilaian Kabupaten/Kota Sehat, terdapat sembilan tatanan utama dengan total 136 indikator yang harus dipenuhi. Kesembilan tatanan tersebut meliputi kehidupan masyarakat sehat mandiri, permukiman dan fasilitas umum sehat, satuan pendidikan sehat, pasar sehat, pariwisata sehat, industri dan perkantoran sehat, transportasi dan tertib lalu lintas, perlindungan sosial, serta penanggulangan bencana.
Swesti menyatakan bahwa pemerintah daerah mulai mempersiapkan data dukung dan dokumen pendukung yang akan menjadi dasar penilaian pada 2027. Persiapan dilakukan melalui penguatan kelembagaan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan, peningkatan kualitas dokumentasi program, serta percepatan penyusunan berbagai bukti dukung sesuai kewenangan masing-masing perangkat daerah. “Penghargaan bukanlah tujuan utama dari program Kota Sehat,” jelas Swesti.
Ketua Forum Kota Sehat Kota Padang, Rukayah Anwar, menyampaikan bahwa tahapan persiapan telah dimulai dengan penginputan data awal pada aplikasi Sistem Informasi Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (SiPantas). Forum bersama perangkat daerah akan melakukan evaluasi berkala dan pendampingan intensif untuk memastikan seluruh indikator dapat terpenuhi sebelum proses verifikasi nasional dilaksanakan. “Kami optimis dengan persiapan yang matang, target ini bisa tercapai,” ujarnya.
Pemerintah Kota Padang berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Keberhasilan meraih predikat Kota Sehat tidak hanya diukur dari penghargaan yang diterima, tetapi dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat yang merasakan langsung manfaat pembangunan tersebut.




















