Headline.co.id, Sleman ~ Kepala Padukuhan Klisat, Rama Wikan Pratama, menegaskan bahwa sektor peternakan rakyat memiliki potensi ekonomi yang nyata dan menjanjikan bagi generasi muda di pedesaan. Hal ini disampaikan saat ia mengelola peternakan domba di Padukuhan Klisat, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, pada Senin (1/6/2026). Rama, yang menjabat sejak Desember 2024, menunjukkan bahwa pejabat wilayah modern dapat menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput.
Usaha peternakan yang dikelola Rama dimulai sejak 2020, setelah ia menyelesaikan pendidikan SMA. Komitmen dan etos kerjanya yang tinggi membawanya terpilih sebagai kepala padukuhan pada Desember 2024. Meskipun memiliki tanggung jawab formal dalam pelayanan publik, Rama tetap mempertahankan sektor agribisnis yang telah membentuk kemandirian ekonominya sejak remaja. Keputusan untuk menjalankan dua peran ini membuahkan hasil signifikan, terutama saat Hari Raya Iduladha 1447 H.
Pada musim kurban tahun ini, Rama berhasil memasarkan 20 ekor domba dan kambing berkualitas dengan harga Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta per ekor. Ini menunjukkan lonjakan margin keuntungan hingga 30% dibandingkan hari biasa. “Mengapa kita harus malu dalam bekerja? Selama usaha kita baik dan halal, tidak ada alasan untuk minder. Sektor peternakan rakyat memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan, terutama bagi pemuda di pedesaan agar tidak urbanisasi ke kota,” ujar Rama.
Rama menjelaskan bahwa wilayah Sumbersari mendukung ketersediaan hijauan melimpah. Lahan kosong dan pekarangan menyediakan rumput liar yang melimpah, menekan biaya operasional. Untuk meningkatkan bobot dan menjaga imunitas ternak, ia menerapkan metode pakan sirkular, mengombinasikan pakan alami dengan konsentrat pabrikan bersertifikat. “Ketersediaan pakan hijau melimpah, namun untuk bobot optimal menjelang Iduladha, nutrisi tambahan dari konsentrat tetap diberikan. Pasar komoditas ini masih terbuka lebar,” kata Rama.
Data Pemerintah Kalurahan Sumbersari menunjukkan penyembelihan hewan kurban tahun ini mencapai 165 ekor domba dan kambing, di luar sapi, tersebar di belasan masjid dan musala setempat. Potensi pasar lokal yang besar ini memicu optimisme Rama untuk memperluas kapasitas kandang dan jaringan pemasaran digital ke Sleman dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Aksi nyata Rama mendapat respons positif dari tokoh masyarakat Klisat. Kepemimpinannya dinilai mampu menjadi teladan yang mendobrak stigma bahwa beternak itu kotor dan tidak bergengsi. Kehadirannya membuktikan bahwa jabatan pelayan publik dapat menggerakkan ekonomi kerakyatan dan memperkuat ketahanan pangan dari tingkat akar rumput. (Giek/KIM Moyudan)



















