Headline.co.id, Jakarta ~ Upaya pemulihan ekosistem laut di Pulau Buru, Maluku, kini semakin diperkuat melalui program konservasi terpadu yang diberi nama Rediscover Buru Moving Forward. Program ini digagas oleh Wanadri Women Divers (WWD) dan mencakup berbagai inisiatif seperti restorasi terumbu karang, riset lingkungan, pemberdayaan masyarakat pesisir, serta pengembangan ekowisata berkelanjutan.
Dalam keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu (30/5/2026), Ketua Dewan Pengurus Wanadri, Tomy Hosni Mubaraq, menyatakan bahwa program ini lahir setelah adanya temuan kerusakan terumbu karang di sejumlah kawasan pesisir Pulau Buru dari kegiatan Buru Expedition. “Kerusakan terumbu karang menjadi persoalan penting karena berpengaruh langsung terhadap keberlanjutan sumber daya laut, keanekaragaman hayati, serta kehidupan masyarakat pesisir yang menggantungkan penghidupan dari sektor perikanan dan kelautan,” ujar Tomy.
Restorasi ini diharapkan dapat mempercepat regenerasi habitat bawah laut dan meningkatkan daya dukung ekosistem pesisir dalam jangka panjang. Selain rehabilitasi terumbu karang, tim ekspedisi juga akan melakukan pemetaan kondisi terumbu karang, dokumentasi biodiversitas laut, analisis kualitas air laut, serta identifikasi potensi pencemaran di kawasan pesisir Pulau Buru. Pendataan ini bertujuan menyediakan basis data ilmiah sebagai landasan penyusunan strategi konservasi laut yang lebih terukur dan berkelanjutan.
“Program ini tidak hanya berfokus pada pemulihan lingkungan, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat sebagai aktor utama dalam menjaga ekosistem pesisir,” jelas Ketua Dewan Pengurus Wanadri. Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah IBU KARANG, yaitu model pemberdayaan perempuan pesisir berbasis konservasi lingkungan. Melalui program ini, perempuan di kawasan pesisir akan mendapatkan pelatihan konservasi laut, edukasi lingkungan, penguatan kapasitas komunitas, hingga kesempatan mendapatkan sertifikasi selam Open Water berstandar internasional.
Pendekatan ini dilakukan untuk memperkuat peran perempuan sebagai penggerak pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kapasitas ekonomi dan sosial masyarakat pesisir. WWD menilai keberhasilan konservasi laut tidak hanya bergantung pada rehabilitasi ekosistem, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan hasil-hasil konservasi secara mandiri.
Di sisi lain, program ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan ekowisata bahari berbasis masyarakat yang mengedepankan pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan warga setempat. Pengembangan ekowisata ini diharapkan mampu menciptakan sumber ekonomi baru tanpa mengorbankan keberlanjutan sumber daya alam yang menjadi aset utama Pulau Buru.
Program Rediscover Buru Moving Forward dirancang sebagai gerakan jangka panjang hingga 2028 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, akademisi, komunitas lingkungan, sektor swasta, dan masyarakat lokal. Inisiatif ini juga mendukung sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), lain perlindungan ekosistem laut, kesetaraan gender, penanganan perubahan iklim, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, serta penguatan kemitraan pembangunan.
Program konservasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keseimbangan pelestarian lingkungan dan pembangunan masyarakat pesisir, sekaligus mendorong terciptanya model pengelolaan sumber daya laut yang lebih berkelanjutan di kawasan timur Indonesia.





















