Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menekankan pentingnya penguatan literasi digital, kontra narasi, serta peningkatan daya tahan masyarakat dalam menghadapi pola radikalisasi baru yang berkembang pesat melalui media sosial dan platform digital. Kepala BNPT, Komjen Pol. Eddy Hartono, menyatakan bahwa perang melawan radikalisme saat ini tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga berkembang pesat di dunia maya. Oleh karena itu, perang narasi digital harus dimenangkan oleh negara.
Komjen Pol. Eddy Hartono menegaskan bahwa literasi digital menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ini. “Perang melawan radikalisme saat ini tidak lagi hanya terjadi di dunia nyata, tetapi berkembang pesat di dunia maya melalui perang narasi digital yang harus dimenangkan oleh negara,” ungkap Kepala BNPT pada Senin (25/5/2026).
Sementara itu, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa arus informasi global yang sangat cepat menyebabkan ancaman keamanan tidak lagi dapat dipisahkan konteks global dan lokal. “Arus informasi global yang sangat cepat menyebabkan ancaman keamanan tidak lagi dapat dipisahkan konteks global dan lokal,” ujar Wakapolri.
Wakapolri menegaskan bahwa perubahan pola ancaman harus diikuti dengan perubahan cara berpikir dan strategi penanganan. Ia menekankan bahwa ancaman saat ini bergerak lebih cepat dibandingkan pola penanganan lama, sehingga perlu dibangun kemampuan membaca gejala lebih awal, memperkuat pencegahan, dan meningkatkan ketahanan masyarakat.






















