Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan tambak udang dan ikan untuk memperkuat swasembada protein nasional. Langkah ini bertujuan untuk memastikan hasil panen udang dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri sebagai bagian dari upaya penguatan swasembada protein.
Presiden Prabowo baru-baru ini mengunjungi panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan di Kebumen, Jawa Tengah. Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo menyaksikan langsung proses panen udang dan turut serta menarik jaring bersama Zulkifli Hasan dan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono. Pemerintah melihat panen raya ini sebagai langkah untuk memperkuat pasokan protein masyarakat dan membuka peluang ekspor.
Selain di Kebumen, Presiden Prabowo juga mendorong pembangunan tambak udang di Waingapu seluas 2.000 hektare dan di Gorontalo seluas 200 hektare. Pemerintah juga berencana mengembangkan tambak ikan di kawasan pantai utara Jawa Barat dengan luas 14.000 hektare. Tambak udang di Desa Tegal Retno, Kebumen, memiliki luas 65 hektare dengan 206 kolam, dan dikelola oleh Badan Layanan Umum Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa setiap hektare tambak ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 40 ton udang. Dengan harga sekitar Rp70 ribu per kilogram, kawasan tersebut diharapkan dapat memproduksi hingga 960 ton per siklus atau sekitar 1.920 ton per tahun. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, nilai ekspor produk perikanan Indonesia mencapai 6,27 miliar dolar AS, dengan udang menyumbang sekitar 1,87 miliar dolar AS atau hampir 30 persen dari total ekspor perikanan nasional.
Pemerintah menilai sektor perikanan budidaya sebagai salah satu penopang penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan devisa negara. Setelah mencapai swasembada beras, jagung, telur, ayam, dan ikan, pemerintah kini mengarahkan pengembangan tambak udang dan ikan untuk memperkuat swasembada protein. Zulkifli Hasan menegaskan bahwa penguatan swasembada protein diperlukan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas angkatan kerja, kecerdasan anak, serta percepatan penurunan stunting.





















