Headline.co.id, Jakarta ~ Doa hajat untuk orang sakit menjadi salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam sebagai bentuk ikhtiar batin memohon kesembuhan kepada Allah SWT. Selain menjalani pengobatan medis, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa dan zikir ketika menghadapi ujian sakit, baik untuk diri sendiri maupun keluarga dan kerabat yang sedang sakit. Sejumlah doa yang diajarkan Rasulullah SAW dapat diamalkan saat menjenguk orang sakit maupun ketika memohon kesehatan dan kesembuhan. Doa-doa tersebut bersumber dari hadis Rasulullah SAW dan sejumlah literatur keislaman yang membahas amalan harian umat Muslim.
Dalam Islam, sakit dipandang sebagai ujian sekaligus pengingat bagi manusia untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena itu, selain berikhtiar melalui pengobatan, doa menjadi salah satu bentuk pengharapan dan ketenangan batin bagi orang yang sedang diuji dengan penyakit.
Berdasarkan buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa karya Ust. Ahmad Zacky El-Syafa dan buku Akidah Akhlak karya H. Aminudin dan Harjan Syuhada, terdapat beberapa doa yang dapat diamalkan untuk mendoakan orang sakit agar diberikan kesembuhan.
Doa Rasulullah SAW untuk Memohon Kesembuhan
Rasulullah SAW mengajarkan doa berikut sebagai permohonan agar Allah SWT mengangkat penyakit dan memberikan kesembuhan:
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اِشْفِ أَنْتَ الشَّا فِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Arab latin:
Allahumma rabban-nāsi ażhibil ba’sa isyfi antasy syafi lā syifa’a illā syifa’uka syifa’an lā yugadiru saqama.
Artinya:
“Ya Allah, wahai Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembuhkanlah ia, (hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya. Tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.”
Doa ini kerap dibaca ketika menjenguk orang sakit sebagai bentuk harapan agar penderitaan yang dialami segera diangkat oleh Allah SWT.
Doa Ketika Menjenguk Sahabat yang Sakit
Doa berikut merupakan doa yang dibaca Nabi Muhammad SAW ketika menjenguk sahabatnya, Sa’ad bin Abi Waqqash RA:
اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا ، اَللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا
Arab latin:
Allaahumma isyfi sa’dan, allaahumma isyfi sa’dan, allaahumma isyfi sa’dan.
Artinya:
“Ya Allah, sembuhkanlah ia dalam keadaan bahagia. Ya Allah, sembuhkanlah ia dalam keadaan bahagia. Ya Allah, sembuhkanlah ia dalam keadaan bahagia.” (HR Muslim)
Hadis tersebut menunjukkan perhatian Rasulullah SAW terhadap sahabat yang sedang sakit sekaligus menjadi teladan bagi umat Islam untuk saling mendoakan.
Doa agar Orang Sakit Lekas Sembuh
Salah satu doa yang juga dianjurkan dibaca saat menjenguk orang sakit adalah:
أَسْأَلُ الله رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيكَ
Arab latin:
As-Alullaaha rabbal ‘arsyil ‘adziimi an-yasyfiyaka (dibaca 7 kali).
Artinya:
“Aku memohon kepada Allah Tuhan Yang Maha Agung Penguasa ‘Arasy agar berkenan menyembuhkanmu.” (HR Abu Dawud dan Tirmizi)
Dalam hadis Rasulullah SAW disebutkan, “Barang siapa yang menjenguk orang sakit yang belum datang ajalnya, kemudian membaca doa ‘As-Alullaaha rabbal ‘arsyil ‘adziimi an-yasyfiyaka’ sebanyak tujuh kali, maka Allah akan menyembuhkan dari penyakit tersebut.”
Doa Rasulullah SAW untuk Sahabat Salman yang Sakit
Ketika menjenguk sahabat Salman yang tengah sakit, Rasulullah SAW juga membacakan doa berikut:
يَا سَلْمَانُ، شَفَى اللَّهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِينِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ
Arab latin:
Ya salmaanu syafallaahu saqamaka, waghafara dzanbaka, wa ‘aafaaka fii diinika wa jismika ilaa muddati ajalika.
Artinya:
“Wahai Salman, semoga Allah menyembuhkan penyakitmu dan mengampuni dosamu, memberikan kesehatan dalam agamamu, juga badanmu sampai kelak tiba ajalmu.” (HR Ibnu Sunni)
Doa tersebut tidak hanya memohon kesehatan fisik, tetapi juga keselamatan agama dan ampunan dari Allah SWT.
Doa Imam Syafi’i untuk Semua Penyakit
Berikut doa yang dinukil dari Imam Syafi’i sebagai permohonan kesembuhan dari berbagai penyakit:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، وَبِاللَّهِ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ
Arab latin:
Bismillaahirrahmanirrahiim, wabillaahi walaa haula walaa quwwata illa bil-laahil ‘aliyyil ‘adziim.
Doa ini berisi permohonan kepada Allah SWT agar rasa sakit diberikan ketenangan dan kesembuhan.
Doa Menjadi Bentuk Ikhtiar dan Kepedulian dalam Islam
Dalam ajaran Islam, doa menjadi bagian penting dari ikhtiar seorang Muslim ketika menghadapi musibah sakit. Meski demikian, umat Islam tetap dianjurkan menjalani pengobatan medis dan menjaga kesehatan sebagai bentuk usaha lahiriah.
Dengan memadukan doa, kesabaran, serta ikhtiar pengobatan, diharapkan seseorang yang sedang sakit dapat memperoleh kesembuhan dan kekuatan dalam menjalani ujian kehidupan.
FAQ Seputar Doa Hajat untuk Orang Sakit
Apa itu doa hajat untuk orang sakit?
Doa hajat untuk orang sakit adalah doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT sebagai bentuk ikhtiar batin agar seseorang yang sedang sakit diberikan kesembuhan, kekuatan, dan kesehatan kembali.
Kapan doa untuk orang sakit dibaca?
Doa dapat dibaca kapan saja, terutama saat menjenguk orang sakit, setelah salat fardu, ketika berzikir, atau di waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam dan setelah salat tahajud.
Apakah doa untuk orang sakit harus dibaca dalam bahasa Arab?
Doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW umumnya menggunakan bahasa Arab. Namun, umat Islam juga diperbolehkan memohon kesembuhan kepada Allah SWT menggunakan bahasa yang dipahami dengan penuh keikhlasan dan keyakinan.
Berapa kali doa “As-Alullaaha rabbal ‘arsyil ‘adziimi an-yasyfiyaka” dibaca?
Berdasarkan hadis Rasulullah SAW, doa tersebut dianjurkan dibaca sebanyak tujuh kali ketika menjenguk orang sakit agar diberikan kesembuhan oleh Allah SWT.
Apakah doa bisa menggantikan pengobatan medis?
Dalam Islam, doa merupakan bentuk ikhtiar batin yang sebaiknya dibarengi dengan usaha lahiriah seperti berobat dan menjaga kesehatan. Umat Islam dianjurkan tetap menjalani pengobatan medis sambil memohon kesembuhan kepada Allah SWT.
Apa manfaat mendoakan orang sakit?
Mendoakan orang sakit menjadi bentuk kepedulian, dukungan moral, dan penguatan spiritual bagi orang yang sedang menghadapi ujian sakit. Selain itu, doa juga menjadi amalan yang dianjurkan dalam ajaran Islam.
Hadis apa yang menjelaskan tentang doa untuk orang sakit?
Beberapa hadis yang membahas doa untuk orang sakit di antaranya riwayat HR Muslim, HR Abu Dawud dan Tirmizi, serta HR Ibnu Sunni yang menjelaskan doa-doa Rasulullah SAW ketika menjenguk sahabat yang sakit.
Apakah doa Imam Syafi’i untuk penyakit boleh diamalkan?
Doa yang dinukil dari Imam Syafi’i dapat diamalkan sebagai bentuk permohonan kesembuhan kepada Allah SWT, selama tetap meyakini bahwa kesembuhan sepenuhnya datang dari Allah SWT.





















