Headline.co.id, Sei Rampah ~ Wakil Bupati Serdang Bedagai (Sergai), Adlin Tambunan, secara resmi membuka acara Darul Fest III Tahun 2026 yang berlangsung di Pondok Pesantren Darul Muhlisin, Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah, pada Rabu (20/5/2026). Dalam sambutannya, Adlin menekankan pentingnya transformasi pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan modern yang dapat melahirkan generasi yang religius, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Adlin menyatakan bahwa Darul Fest merupakan wadah syiar Islam sekaligus ruang untuk mengembangkan potensi santri. “Darul Fest dapat menjadi festival multi-event yang memadukan tiga pilar utama pesantren modern, yaitu spiritualitas, kreativitas, dan literasi digital, serta olahraga,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa perhatian pemerintah terhadap dunia pesantren terus meningkat melalui berbagai kebijakan yang membuka peluang lebih luas bagi alumni pesantren untuk berkembang di berbagai bidang.
Sebagai contoh, Adlin menyebutkan bahwa lulusan pesantren kini memiliki akses untuk bergabung dengan TNI sejak masa kepemimpinan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Selain itu, pemerintah juga telah menetapkan Hari Santri sebagai hari nasional dan meluncurkan program Dana Abadi Pesantren. “Dana Abadi Pesantren merupakan bentuk kehadiran negara dalam mendukung keberlangsungan dan peningkatan kualitas pendidikan pesantren sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren,” jelasnya.
Adlin juga menilai bahwa transformasi pesantren saat ini tidak hanya menyentuh pendidikan agama, tetapi juga mencakup pengembangan olahraga, seni, dan teknologi digital. Ia menyoroti potensi besar pesantren dalam melahirkan atlet profesional yang tetap berkarakter religius. Ia juga menyinggung perkembangan Liga Santri yang telah melahirkan talenta sepak bola nasional, seperti Rafli, alumni pesantren di Banten yang berhasil menembus Tim Nasional Indonesia U-19 setelah tampil di Liga Santri Nusantara.
Lebih lanjut, Adlin mendorong para santri untuk berani memasuki dunia kreatif dan teknologi, termasuk perfilman dan media digital. “Jangan lagi merasa rendah diri. Perluas cakrawala berpikir dan cita-cita. Santri juga bisa sukses di bidang seni, sinematografi, hingga dunia digital,” tegasnya. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dapat menjadi sarana dakwah yang efektif dalam menjangkau Generasi Z dan generasi emas Indonesia di masa depan. “Kami berharap lahir santri-santri yang mantab, yakni maju, tangguh, dan berkelanjutan,” tutupnya.



















