Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Standardisasi Nasional (BSN) menekankan pentingnya sistem pengukuran yang akurat, andal, dan tertelusur sebagai fondasi utama dalam mendukung kebijakan publik berbasis data. Hal ini menjadi semakin relevan di tengah percepatan hilirisasi industri dan transformasi ekonomi digital nasional. Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Utama BSN, Donny Purnomo, dalam Webinar Hari Metrologi Sedunia 2026 yang bertema “Metrology: Building Trust in Policy Making” pada Rabu (20/5/2026).
Donny Purnomo menjelaskan bahwa kualitas kebijakan publik sangat bergantung pada kualitas data yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Oleh karena itu, sistem pengukuran yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi elemen penting untuk memastikan kebijakan berjalan efektif dan tepat sasaran. “Kepercayaan publik terhadap suatu kebijakan dibangun dari kualitas data yang digunakan dalam setiap proses pengambilan keputusan. Karena itu, hasil pengukuran yang akurat, tertelusur, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan publik yang efektif dan tepat sasaran,” ujar Donny.
Ia menambahkan bahwa metrologi tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis pengukuran, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung perdagangan yang adil, perlindungan konsumen, penguatan kualitas produk nasional, hingga pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, penguatan sistem pengukuran nasional menjadi semakin penting seiring meningkatnya tuntutan global terhadap produk industri yang memenuhi spesifikasi internasional. “Ketertelusuran pengukuran nasional sangat relevan dalam mendukung kebijakan hilirisasi industri, sebab standar pengukuran yang andal memastikan produk industri Indonesia memenuhi spesifikasi global dan terhindar dari hambatan teknis perdagangan,” kata Donny Purnomo.
Untuk memperkuat sistem tersebut, BSN melalui Deputi Bidang Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) sebagai National Metrology Institute (NMI) Indonesia terus mengembangkan infrastruktur metrologi nasional dan menjamin ketertelusuran pengukuran Indonesia terhadap Sistem Satuan Internasional (International System of Units/SI). Saat ini, SNSU BSN telah memiliki 164 kemampuan pengukuran dan kalibrasi atau Calibration and Measurement Capabilities (CMC) yang diakui secara internasional dengan prinsip “Once measured, accepted everywhere”.
Berdasarkan data internasional, capaian tersebut menempatkan Indonesia pada posisi ketiga di kawasan Asia Tenggara setelah Singapura dan Thailand dalam pengakuan kemampuan pengukuran dan kalibrasi internasional. Selain itu, layanan kalibrasi nasional juga menunjukkan tren peningkatan. Sepanjang 2025, SNSU BSN menerbitkan sebanyak 2.549 sertifikat kalibrasi untuk mendukung sektor industri, perdagangan, energi, dan layanan publik.
Donny menilai penguatan sistem pengukuran nasional menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem industri dan perdagangan yang terpercaya serta mendukung kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) di era ekonomi digital. Dalam mendukung agenda pembangunan nasional, BSN juga terus memperkuat koordinasi strategis dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas guna menyelaraskan penguatan infrastruktur metrologi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Pada sektor perdagangan, ketertelusuran pengukuran dinilai menjadi fondasi penting dalam pengawasan Alat Ukur, Takar, Timbang, dan Perlengkapannya (UTTP) untuk memastikan keadilan transaksi dan perlindungan konsumen. Sementara pada sektor transisi energi dan lingkungan, SNSU BSN telah memiliki kemampuan pengukuran dan kalibrasi untuk konsentrasi emisi kendaraan, cerobong industri, serta gas rumah kaca yang telah diakui secara internasional. Kemampuan tersebut dinilai penting dalam mendukung kebijakan pengendalian emisi, pembangunan berkelanjutan, serta penguatan tata kelola lingkungan nasional.
Eksistensi Indonesia di bidang metrologi internasional juga terus diperkuat melalui keterlibatan aktif SNSU BSN dalam berbagai organisasi global seperti International Bureau of Weights and Measures dan Asia Pacific Metrology Programme. Melalui kerja sama teknis dan pengakuan kesetaraan standar pengukuran dengan berbagai negara, Indonesia diharapkan mampu memperkuat daya saing industri nasional di pasar global.
Hari Metrologi Sedunia diperingati setiap 20 Mei untuk mengenang penandatanganan Konvensi Meter pada 1875 oleh 17 negara. Peringatan tahun ini mengangkat tema “Metrology: Building Trust in Policy Making” sebagai refleksi pentingnya sistem pengukuran yang andal dalam mendukung kebijakan publik yang kredibel, transparan, dan berbasis data. Penguatan metrologi nasional tersebut juga sejalan dengan agenda Asta Cita pemerintah dalam memperkuat transformasi industri, meningkatkan daya saing ekonomi nasional, serta membangun tata kelola pembangunan berbasis inovasi dan teknologi.






















