Headline.co.id, Jakarta ~ Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menegaskan komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai Indonesia Zero Over Dimension dan Overload (ODOL) pada tahun 2027. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) III Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) di Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2025). Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Kakorlantas Polri mengapresiasi dukungan Aptrindo terhadap kebijakan pemerintah, khususnya di sektor transportasi dan logistik. “Yang pertama tentunya atas seizin Bapak Kapolri, saya menghadiri Munas III Aptrindo. Tentunya saya menyampaikan apresiasi karena program-program pemerintah di-support, didukung oleh Aptrindo. Dan tadi kita membahas tentang program pemerintah Indonesia menuju Zero Over Dimension dan Overload,” ujar Irjen Pol. Agus Suryonugroho.
Pemerintah bersama pemangku kepentingan telah berdialog mengenai pembenahan regulasi Over Dimension dan Overload dari hulu hingga hilir. Menurut Irjen Pol. Agus, semua aspek mulai dari administrasi hingga teknis pelaksanaan menjadi perhatian bersama untuk mencapai target pada 2027. “Kita sudah melakukan dialog, sepakat bahwa perbaikan regulasi dari hulu sampai hilir termasuk administrasi ini sudah kita bahas. Dan di 2027 nanti menuju Zero Over Dimension dan Overload tentunya harus kita siapkan secara bersama-sama,” tambahnya.
Selain membahas ODOL, Irjen Pol. Agus juga mengungkapkan keberhasilan pengelolaan arus mudik Lebaran tahun ini. Ia menilai kebijakan pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga sangat membantu kelancaran lalu lintas selama periode mudik. “Arus mudik bagus, kebijakan pemerintah juga sangat penting membatasi sumbu tiga untuk tidak beroperasi sehingga kita bisa mengelola arus lalu lintas dengan baik,” ungkapnya.
Penanganan ODOL saat ini masih dalam tahap penyusunan blueprint yang mencakup pembenahan di berbagai sektor. Koordinasi dan kolaborasi dengan pengusaha angkutan maupun pemilik barang terus dilakukan guna menciptakan sistem transportasi logistik yang lebih aman dan tertib. “Saat ini Over dimension dan Overload masih dalam proses blueprint, perbaikan dari segala lini, baik dari regulasinya, administrasinya, termasuk juga pengusaha-pengusaha. Baik pengusaha truk termasuk pengusaha barang, ini sudah dilakukan koordinasi dan kolaborasi,” jelas Irjen Pol. Agus.
Keberhasilan program Zero ODOL tidak hanya bergantung pada penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan kesadaran bersama dari seluruh pihak yang terlibat dalam rantai distribusi logistik. “Karena memang bukan hanya penegakan hukum, kata kunci keberhasilan ini adalah justru dari pada hulu sampai hilir. Agar masyarakat, transportasi juga memahami bahwa semuanya ini untuk kepentingan keselamatan,” tuturnya.
Praktik kendaraan ODOL tidak hanya merusak infrastruktur jalan, tetapi juga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas yang dapat menimbulkan korban jiwa. “Jangan sampai infrastruktur jalan rusak karena Over Dimension dan Overload, termasuk juga peristiwa-peristiwa kecelakaan yang cukup banyak memakan korban ketika ada Over Dimension dan Overload,” tegas Irjen Pol. Agus.
Korlantas Polri juga berencana memperluas penerapan sistem tilang elektronik atau ETLE di ruas jalan tol sebagai bagian dari pengawasan kendaraan logistik. Integrasi data lintas kementerian dan pihak terkait juga akan diperkuat untuk mendukung sistem transportasi yang berkeselamatan. “Nanti akan kita perluas di jalan tol juga kita berlakukan ETLE. Termasuk juga integrasi data dari Kementerian Perhubungan, dari Kementerian lain, termasuk juga mungkin dengan pengusaha-pengusaha. Karena memang ini semangat kita untuk bisa memperbaiki transportasi logistik yang ramah dan berkeselamatan,” pungkas Kakorlantas Polri.





















