Headline.co.id, Pontianak ~ Inspektur Kota Pontianak, Trisnawati, mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak untuk meningkatkan disiplin, ketelitian administrasi, serta mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan. Arahan ini disampaikan saat apel rutin di halaman Kantor Wali Kota Pontianak pada Senin (11/5/2026) pagi.
Pernyataan tersebut muncul setelah Pemerintah Kota Pontianak menyelesaikan exit meeting pemeriksaan laporan keuangan daerah. Trisnawati meminta agar seluruh perangkat daerah memastikan dokumen, data, dan administrasi pendukung tersusun dengan baik serta aktif berkoordinasi dengan Inspektorat jika ada hal-hal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut. Menurutnya, ketertiban administrasi dan kehati-hatian dalam pelaksanaan tugas adalah bagian penting untuk menjaga akuntabilitas dan kualitas tata kelola pemerintahan.
Selain itu, Trisnawati juga mengapresiasi pelepasan 1.508 jemaah haji asal Kota Pontianak, yang menjadikan Pontianak sebagai daerah dengan jumlah jemaah haji terbesar di Kalimantan Barat. “Kita doakan seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran selama menjalankan ibadah, serta kembali ke tanah air dengan selamat dan menjadi haji maupun hajah yang mabrur,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Trisnawati juga menyampaikan bahwa Kota Pontianak akan menerima kunjungan dari Seruni atau Solidaritas Perempuan untuk Indonesia. Agenda ini berkaitan dengan pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) melalui bantuan dan pelatihan guna meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Ia menambahkan bahwa Kota Pontianak juga akan menjadi tuan rumah Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) V APEKSI pada 22 hingga 24 Mei 2026. Kegiatan ini akan dihadiri sembilan wali kota se-Kalimantan sebagai bagian dari penguatan sinergi antardaerah. Menurutnya, sejumlah agenda besar yang berlangsung sepanjang Mei menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi daerah. Oleh karena itu, seluruh ASN diminta mendukung promosi kota serta menjaga kesiapan infrastruktur dan pelayanan publik.
“Pontianak memiliki potensi besar sebagai kota tujuan wisata dan kuliner, termasuk budaya warung kopi yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat luar daerah,” imbuhnya. Di tengah tantangan kondisi keuangan daerah, ia mengajak seluruh ASN tetap fokus menjalankan program pembangunan secara efektif dan efisien demi kesejahteraan masyarakat. “Kita sudah mendekati akhir semester pertama. Seluruh program dan kegiatan diharapkan dapat dieksekusi sesuai target yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (kominfo/Gema Mahardhika)























