Headline.co.id, Wakil Bupati Siak ~ Syamsurizal, menyampaikan apresiasi terhadap dukungan yang diberikan oleh PTPN IV Regional III Sei Buatan dalam pembangunan Rumah Singgah Kesehatan. Dukungan ini diwujudkan melalui penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp50 juta, yang diserahkan secara simbolis kepada Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Siak, yang juga adalah Wakil Bupati Siak, di Kantor Bupati Siak pada Senin, 11 Mei 2026.
Syamsurizal menyatakan terima kasih atas dukungan perusahaan BUMN tersebut terhadap program BWI Siak. Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat peran wakaf sebagai instrumen pemberdayaan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Melalui peran serta dunia usaha, kita harapkan pembangunan rumah singgah kesehatan dapat memberikan dampak nyata bagi kaum dhuafa sehingga dapat meringankan beban biaya penginapan dan transportasi saat menjalani pengobatan berulang,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, BWI Kabupaten Siak juga memaparkan program Gerakan Wakaf Tunai Rp1.000 per hari yang menyasar aparatur sipil negara (ASN), masyarakat, hingga kalangan dunia usaha sebagai upaya meningkatkan partisipasi sosial dan pemberdayaan umat. Selain itu, dibahas pula rencana pembangunan Rumah Singgah Kesehatan melalui program infak Rp1.000 per hari yang diharapkan segera direalisasikan guna membantu masyarakat kurang mampu.
Manager Kebun Sei Buatan PTPN IV Regional III Sei Buatan, Andri, menyatakan dukungan penuh terhadap program sosial yang dijalankan BWI Kabupaten Siak. “Kami berharap program ini dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Rumah Singgah Kesehatan di Kabupaten Siak memiliki peran penting dalam membantu pasien dhuafa yang dirujuk ke rumah sakit, khususnya masyarakat dari daerah pelosok yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan. Program ini merupakan hasil sinergi BWI Kabupaten Siak dan Pemerintah Kabupaten Siak sebagai upaya menghadirkan akses layanan kesehatan yang lebih adil bagi masyarakat kurang mampu.





















