Headline.co.id, Jakarta ~ Sebanyak 28 mahasiswa dari Universiti Kebangsaan Malaysia dan Universitas Syiah Kuala mengadakan kunjungan akademik ke Baitul Mal Aceh pada Rabu, 6 Mei 2026. Rombongan ini terdiri dari 18 mahasiswa asal Malaysia dan 10 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala yang sedang mempelajari mata kuliah terkait pengelolaan zakat, wakaf, dan kelembagaan Baitul Mal.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Dr. Md. Yazid bin Ahmad dan disambut oleh Anggota Badan Baitul Mal Aceh, Fahmi M. Nasir, serta Kepala Bagian Umum, Didi Setiadi. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif, mencerminkan semangat kolaborasi akademik kedua negara.
Dalam presentasinya, Fahmi menjelaskan bahwa Baitul Mal Aceh adalah lembaga resmi yang bertanggung jawab mengelola dana keagamaan seperti zakat, infak, dan wakaf. Pengelolaan dilakukan dengan sistem terintegrasi berdasarkan regulasi khusus Aceh sebagai daerah bersyariat Islam. Fahmi menegaskan bahwa seluruh proses, mulai dari penghimpunan dana, verifikasi mustahik, hingga pendistribusian dan pengawasan, dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Fahmi juga menyatakan bahwa kunjungan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran lapangan, tetapi juga kesempatan strategis untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman Indonesia dan Malaysia, terutama dalam pengelolaan dana umat yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Para mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan, terutama mengenai mekanisme distribusi zakat di Aceh dan perbandingannya dengan sistem di Malaysia. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mendapatkan wawasan yang lebih komprehensif dan pengalaman empiris yang dapat menjadi bekal dalam pengembangan studi maupun praktik pengelolaan zakat di masa depan. Kunjungan ini juga memperkuat jejaring akademik dan membuka peluang kolaborasi riset di bidang ekonomi Islam ke depan.






















