Headline.co.id, Lumajang ~ Pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Lumajang diarahkan untuk lebih inklusif dan berkeadilan. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa ekonomi kreatif harus memberikan ruang yang setara bagi seluruh pelaku usaha, termasuk penyandang disabilitas. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri Batik Bordir dan Asesoris Fair 2026 yang diselenggarakan oleh Dekranasda Jawa Timur di Exhibition Hall Grand City, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, pada Rabu (6/5/2026).
Dewi Natalia menyatakan, “Ekonomi kreatif harus inklusif. Karya dari penyandang disabilitas memiliki nilai kreativitas dan ketekunan yang tinggi. Ini harus kita dorong agar memiliki ruang yang sama di pasar.” Menurutnya, keterlibatan penyandang disabilitas dalam ekosistem ekonomi kreatif bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian penting dalam membangun sistem ekonomi yang adil dan berkelanjutan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan dukungan nyata melalui akses pelatihan, pendampingan, hingga perluasan akses pasar bagi pelaku usaha disabilitas. “Yang perlu kita pastikan adalah aksesnya. Ketika akses terhadap pasar, pembinaan, dan promosi dibuka, maka pelaku usaha disabilitas akan mampu tumbuh dan bersaing secara mandiri,” tambah Dewi Natalia.
Ia juga menilai bahwa ajang pameran seperti Batik Bordir dan Asesoris Fair tidak hanya menjadi ruang promosi produk, tetapi juga referensi dalam membaca arah pengembangan ekonomi kreatif ke depan. Menurutnya, prinsip inklusivitas harus menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem ekonomi kreatif di daerah.
Pendekatan ini dinilai mencerminkan perubahan paradigma pembangunan ekonomi kreatif, dari sekadar mendorong produksi menuju penguatan ekosistem yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh pelaku usaha. Melalui komitmen tersebut, Dekranasda Lumajang berharap semakin banyak karya penyandang disabilitas yang mampu menembus pasar lebih luas sehingga ekonomi kreatif dapat tumbuh secara merata dan berkelanjutan.























