Headline.co.id, Surabaya ~ Kejuaraan Daerah (Kejurda) Finswimming Jawa Timur 2026 akan berlangsung di Kabupaten Lumajang pada 8–10 Mei mendatang. Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga bertujuan untuk memperluas pembinaan atlet dan menggerakkan ekonomi daerah. Selama ini, pembinaan atlet lebih terfokus di kota-kota besar, sehingga potensi daerah belum sepenuhnya tergarap. Melalui Kejurda ini, POSSI Jawa Timur berupaya mengubah arah tersebut.
Ketua Umum Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Jawa Timur, Mirza Muttaqien, menyatakan bahwa kejuaraan ini merupakan bagian dari upaya membangun sistem pembinaan yang lebih merata. “Kejurda Finswimming bukan sekadar lomba. Ini bagian dari pembinaan. Kami ingin memastikan atlet tidak hanya lahir dari pusat-pusat tertentu, tetapi juga tumbuh dari berbagai daerah di Jawa Timur,” ujarnya pada Senin (4/5/2026).
Kejurda tahun ini menandai perubahan pendekatan, tidak lagi sekadar agenda rutin, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Berbagai nomor akan dipertandingkan, mulai dari surface, bifin, apnea hingga estafet, dengan kategori usia dari junior hingga senior. Atlet dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur akan berpartisipasi, menunjukkan bahwa pembinaan mulai menjangkau lebih luas.
Di kolam renang, para atlet akan berlomba menggunakan monofin dan bifin, berpacu dalam kecepatan dan teknik. Bagi penonton, suasana ini menghadirkan tontonan yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga menarik untuk disaksikan. Kehadiran ratusan atlet, pelatih, dan official diperkirakan akan membawa dampak positif bagi Lumajang, terutama di sektor penginapan, kuliner, dan transportasi selama kejuaraan berlangsung.
Selain itu, Kejurda ini juga memberikan warna baru sebagai hiburan sekaligus wisata olahraga bagi masyarakat. “Ini bukan hanya soal prestasi. Ada pergerakan ekonomi, ada aktivitas daerah, dan ada semangat baru dalam pembinaan,” tambah Mirza. Bagi atlet muda, Kejurda ini bukan sekadar ajang bertanding, tetapi juga kesempatan untuk mengukur kemampuan dan membuka jalan ke jenjang yang lebih tinggi.
Banyak di mereka yang selama ini berlatih di daerah dengan fasilitas terbatas. Lewat kejuaraan ini, mereka mendapat ruang yang sama untuk tampil dan bersaing. Pada akhirnya, Kejurda Finswimming Jatim 2026 bukan hanya soal siapa yang menang. Lebih dari itu, ini tentang membuka peluang yang lebih luas bagi daerah untuk melahirkan atlet-atlet potensial. “Dari Lumajang, kita ingin menyiapkan juara masa depan Jawa Timur,” pungkas Mirza. (MC Prov Jatim /hjr/eyv)





















