Headline.co.id, Surabaya ~ Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026 menargetkan partisipasi minimal 3.500 peserta dalam penyelenggaraan tahun keduanya yang akan digelar pada 27 September mendatang. Target ini meningkat dari tahun sebelumnya dengan penambahan kategori 5K yang dirancang untuk menarik lebih banyak pelari, terutama pemula, serta memperkuat sport tourism di Kota Surabaya.
Penambahan kategori 5K ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak peserta, khususnya pelari pemula yang sebelumnya belum terakomodasi dalam acara yang hanya menyediakan nomor 10K. CEO Suara Surabaya Media, Verry Firmansyah, menyatakan bahwa penyelenggaraan tahun ini tidak hanya berfokus pada kompetisi olahraga, tetapi juga mendukung pengembangan sport tourism di Kota Surabaya. “Penyelenggaraan tahun ini tidak hanya berfokus pada kompetisi lari, tetapi juga dampak luas bagi kota. Terutama untuk mendukung sport tourism di Kota Surabaya,” ujarnya saat peluncuran di Grand City Exhibition Surabaya, Minggu (3/5/2026).
Menurut Verry, kehadiran kategori 5K merupakan respons atas tingginya minat masyarakat yang ingin berpartisipasi, namun belum siap di nomor 10K. “Banyak yang tahun lalu bertanya kenapa tidak ada 5K. Sekarang kami fasilitasi supaya pelari pemula juga bisa ikut merasakan atmosfer event ini,” katanya.
Tahun ini, Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K menghadirkan enam kategori lomba, yaitu 10K Male National, 10K Female National, 10K Male Master (45+), 10K Female Master (45+), 5K Male National, dan 5K Female National. Dengan penambahan kategori tersebut, jumlah peserta ditargetkan meningkat menjadi sedikitnya 3.500 pelari. Angka ini naik dibanding tahun lalu yang diikuti sekitar 3.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Pendaftaran akan dibuka mulai 5 Juni 2026, sementara pelaksanaan lomba dijadwalkan berlangsung pada 27 September 2026 dengan titik start dan finish di Balai Kota Surabaya. Selain menjadi ajang olahraga, event ini juga diarahkan untuk memperkuat citra Surabaya sebagai kota tujuan sport tourism.
Kehadiran ribuan pelari dari luar daerah dinilai mampu memberikan dampak ekonomi bagi sektor perhotelan, kuliner, hingga pelaku UMKM lokal. “Event lari ini bukan hanya soal pelarinya, tapi ada multiplier effect untuk kota. Hotel akan terisi, UMKM bergerak, dan peserta pasti menikmati kuliner di Surabaya,” jelas Verry.
Mengusung tagline “Energy of Soerabaja”, penyelenggara ingin menghadirkan pengalaman khas Surabaya bagi para peserta. Nuansa lokal akan ditampilkan melalui konsep acara, titik cheering, hingga desain jersey yang mengangkat ikon daun semanggi. “Pelari akan merasakan suasana Surabaya, mulai budaya, kuliner, sampai atmosfer kotanya. Jadi ini bukan hanya tentang lari, tapi tentang Soerabaja itu sendiri,” ujarnya.
Untuk meningkatkan kenyamanan peserta, panitia juga menyiapkan berbagai konsep kreatif di sepanjang rute lomba, termasuk cheering competition di sejumlah titik strategis dan landmark kota.
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, mengatakan penyelenggaraan ajang tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk lebih dekat dengan masyarakat melalui penguatan gaya hidup sehat yang terintegrasi dengan layanan digital. Ia menjelaskan, Bank Jatim baru saja meluncurkan versi terbaru aplikasi JConnect yang diharapkan dapat menjawab seluruh kebutuhan layanan perbankan masyarakat melalui satu platform digital terintegrasi. Menurut dia, ajang lari tersebut dipilih sebagai sarana untuk memperkenalkan ekosistem digital JConnect kepada masyarakat.
Winardi menambahkan, proses pendaftaran peserta tahun ini juga terintegrasi dengan aplikasi JConnect versi terbaru sehingga mempermudah masyarakat untuk bergabung. Ia berharap penyelenggaraan tahun kedua itu tidak hanya meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap olahraga, tetapi juga mendorong pemanfaatan layanan digital Bank Jatim. (MC Prov Jatim /hjr/eyv)




















