Headline.co.id, Sumenep ~ Upaya peningkatan literasi di sekolah terus digalakkan dengan memperkuat kapasitas guru sebagai aktor utama dalam proses pembelajaran. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP/MTs Kabupaten Sumenep memanfaatkan acara halalbihalal untuk memperkuat sinergi dan profesionalisme melalui kegiatan bincang santai yang diadakan di Lotus Cafe, Selasa (28/4/2026).
Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga menjadi forum strategis untuk membahas arah kebijakan pengembangan kompetensi guru, terutama dalam mendorong gerakan literasi di sekolah. Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Akhmad Fairusi, menegaskan pentingnya peran Bahasa Indonesia sebagai pilar utama gerakan literasi.
“Bahasa Indonesia adalah motor penggerak literasi di lingkungan sekolah sekaligus representasi profesionalisme guru. Karena itu, penguatannya harus terus dilakukan secara sistematis,” ujarnya. Ia menekankan bahwa guru Bahasa Indonesia tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan dalam penggunaan bahasa yang baik dan benar, baik di dalam kelas maupun dalam interaksi profesional sehari-hari.
Menurut Akhmad Fairusi, Dinas Pendidikan membuka ruang kolaborasi yang luas dengan MGMP untuk menghadirkan program-program konkret yang berdampak langsung, termasuk pengembangan liga literasi dan numerasi di sekolah. Selain itu, pihaknya juga mendorong lahirnya karya guru dalam bentuk buku fiksi maupun nonfiksi sebagai bagian dari penguatan budaya literasi sekaligus peningkatan kapasitas profesional.
“Kami ingin guru tidak hanya mengajar, tetapi juga produktif berkarya. Ini penting untuk membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan,” tambahnya. Sementara itu, Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Sumenep, Amilia Rahma Sania, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum mempererat hubungan antaranggota sekaligus memperkuat kolaborasi dengan Dinas Pendidikan.
“Kami berharap sinergi ini terus terjaga dan semakin kuat, sehingga program pengembangan kompetensi guru dapat berjalan lebih optimal,” ungkapnya. Melalui forum ini, MGMP Bahasa Indonesia diharapkan mampu menjadi wadah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, sekaligus mendorong lahirnya inovasi literasi yang berdampak nyata bagi peserta didik dan lingkungan sekolah.






















