Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia telah membuka pendaftaran untuk pelatihan Tenaga Penggerak Olahraga Nasional (TPON). Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan fisik dan olahraga di seluruh Indonesia.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam membangun budaya hidup sehat melalui program ini. “Saatnya mengambil peran dan berkontribusi untuk Indonesia dengan menjadi Tenaga Penggerak Olahraga Nasional. Jadi bagian dari gerakan yang mendorong masyarakat hidup lebih sehat,” ujar Erick dalam keterangan tertulis yang diterima pada Selasa (28/4/2026).
Program TPON dirancang untuk melatih individu agar memiliki kompetensi dalam menggerakkan masyarakat untuk aktif berolahraga. Peserta akan mendapatkan pelatihan dalam mengedukasi masyarakat, mendampingi kegiatan fisik, dan mendorong penerapan gaya hidup sehat di lingkungan masing-masing.
Pelatihan ini terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia yang memenuhi syarat, termasuk pencinta olahraga, tenaga pendidik, pelatih, dan penggerak komunitas. Persyaratan utama yang ditetapkan cukup sederhana, yaitu berusia minimal 17 tahun dan mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara daring.
Kemenpora menyediakan metode pembelajaran melalui Learning Management System (LMS) dan platform virtual seperti Zoom untuk memastikan akses pelatihan yang inklusif dan dapat menjangkau peserta di berbagai daerah. Pendaftaran pelatihan TPON dibuka mulai 27 April hingga 2 Mei 2026. Masyarakat yang berminat dapat melakukan registrasi melalui tautan resmi yang telah disediakan oleh Kemenpora.
Program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam aspek kesehatan dan kebugaran masyarakat. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mendorong terbentuknya ekosistem olahraga yang berkelanjutan di tingkat nasional.
Dengan keterlibatan masyarakat sebagai penggerak olahraga, diharapkan tingkat partisipasi olahraga nasional dapat meningkat dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup serta produktivitas masyarakat Indonesia.





















