Headline.co.id, Bantul ~ Seorang perempuan lanjut usia bernama Sumidah (76) ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Kalakan, Dusun Jambon, Argosari, Sedayu, Bantul, Senin (27/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Korban diduga hanyut setelah mengalami kambuh penyakit epilepsi yang telah lama dideritanya. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh dua warga yang sedang beraktivitas di sungai tersebut. Petugas kepolisian bersama tim SAR segera melakukan evakuasi dan penanganan di lokasi kejadian.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat dua saksi, Parjio (60) dan Sumono (55), tengah mandi di sungai. Keduanya kemudian melihat sosok tubuh dalam posisi telungkup di atas batu yang menonjol di tengah aliran sungai.
“Melihat kondisi tersebut, saksi segera meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan kepada petugas untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Iptu Rita Hidayanto kepada headline.co.id.
Warga bersama aparat kemudian melakukan evakuasi terhadap korban. Tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Bantul, Polsek Sedayu, Basarnas DIY, serta unsur relawan turut diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan proses identifikasi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh tim medis Puskesmas Sedayu, korban diduga meninggal secara mendadak akibat penyakit yang dideritanya. Paramedis Puskesmas 1 Sedayu, Vena Kuswandari, menyebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Korban diduga meninggal secara mendadak karena memiliki riwayat epilepsi. Ditemukan lidah tergigit, keluar busa dari hidung, serta tidak ada tanda-tanda penganiayaan,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Tim Inafis Polres Bantul yang memastikan tidak ditemukan indikasi kekerasan dari hasil pemeriksaan luar terhadap tubuh korban.
Sementara itu, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak akan menuntut secara hukum. “Keluarga korban telah menerima kejadian ini dengan ikhlas dan tidak mempermasalahkan lebih lanjut,” kata Iptu Rita.
Petugas kepolisian telah melakukan sejumlah langkah penanganan, termasuk mendatangi lokasi, mengamankan TKP, melakukan olah tempat kejadian perkara (TPTKP), serta melaporkan kejadian kepada pimpinan. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi individu dengan riwayat penyakit tertentu saat beraktivitas di area berisiko seperti sungai.






















