Headline.co.id, Jogja ~ Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di daycare Little Aresha Yogyakarta menjadi sorotan publik setelah warganet ramai membahas dugaan identitas keluarga pemilik, termasuk sosok yang disebut sebagai menantu. Informasi tersebut menyebut individu bernama Kintansari Putri tengah menempuh pendidikan di Australia melalui program beasiswa LPDP. Perbincangan ini mencuat di media sosial dalam beberapa hari terakhir, seiring meluasnya perhatian terhadap kasus daycare tersebut. Hingga 25 April 2026, pihak kepolisian belum mengonfirmasi identitas resmi pihak-pihak yang terlibat dan meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan.
Dugaan Identitas Menantu Pemilik Viral di Media Sosial
Dugaan identitas tersebut pertama kali beredar melalui unggahan pengguna media sosial Threads yang mengaku mengungkap latar belakang keluarga terkait kasus daycare Little Aresha.
“Mau nambahin seluk-beluk kasus day care Jogja yang lagi viral itu,” tulis pengguna tersebut dalam unggahannya yang kemudian ramai dibagikan.
Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa Kintansari Putri sedang melanjutkan studi di Australia melalui jalur beasiswa LPDP.
“Dia dan anaknya lagi kuliah LPDP di Australia,” tulisnya, sembari menyinggung dugaan koneksi keluarga dengan lingkungan pemerintahan.
Klaim tersebut turut diperkuat oleh warganet lain yang mengaku mengenal sosok yang dimaksud.
“Guys, aku seangkatan sama Kintan ini di UGM. Sekarang lagi S2 di Melbourne,” tulis seorang pengguna, yang juga menyebut latar belakang pendidikan Kintansari Putri di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Di tengah ramainya pembahasan, akun media sosial yang diduga milik Kintansari Putri dilaporkan tidak lagi dapat diakses publik.
Polisi Belum Verifikasi Identitas, Publik Diminta Menunggu
Meski demikian, seluruh informasi tersebut masih sebatas dugaan dan belum terverifikasi oleh pihak berwenang. Kepolisian hingga kini belum merilis identitas resmi pemilik maupun pengelola daycare Little Aresha kepada publik.
Di tengah ramainya perbincangan, fenomena sanksi sosial terhadap pihak yang diduga terkait kasus ini juga menjadi sorotan. “Ini yang disebut sanksi sosial atau cancel culture, ya akan menyakitkan,” tulis warganet lain dalam komentar yang turut viral.
Seiring meningkatnya perhatian publik, akun media sosial yang diduga milik Kintansari Putri dilaporkan tidak lagi dapat diakses. Selain itu, akun resmi daycare Little Aresha, termasuk halaman Google Maps dan situs resminya, juga sudah tidak bisa diakses secara luas oleh masyarakat.
Kronologi Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha
Kasus daycare Little Aresha sendiri mencuat setelah adanya laporan dugaan kekerasan dan penelantaran terhadap anak-anak yang dititipkan. Berdasarkan keterangan orang tua korban, ditemukan sejumlah praktik yang diduga membahayakan, seperti bayi diikat ke jendela atau pintu serta anak-anak dibedong dalam kondisi minim pakaian.
Anak-anak juga diduga dibiarkan kelaparan, yang memicu trauma dan perubahan perilaku. Orang tua melaporkan adanya luka lebam serta ketakutan berlebihan pada anak ketika hendak kembali ke daycare tersebut.
Kasus ini bermula dari laporan seorang mantan karyawan yang mengaku tidak sanggup menyaksikan perlakuan terhadap anak-anak di dalam daycare. Ia juga mengaku mengalami penahanan ijazah sebelum akhirnya melaporkan dugaan pelanggaran kepada pihak kepolisian setempat.
Daycare Dipastikan Tak Berizin, Penyelidikan Berlanjut
Dinas terkait memastikan bahwa daycare Little Aresha tidak memiliki izin operasional, sehingga memperkuat dugaan adanya pelanggaran dalam pengelolaannya.
Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung. Aparat penegak hukum mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi serta menunggu informasi resmi guna menjaga akurasi dan mencegah penyebaran informasi yang belum terverifikasi.























