Headline.co.id, Hulu Sungai Utara ~ Syakira Nur Afifah, seorang siswi kelas 5 Sekolah Dasar di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), berhasil menunjukkan kemandirian di tengah era digital dengan menjadi perajin anyaman eceng gondok. Keberhasilannya ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) HSU, pada Sabtu (25/4/2026).
Syakira mulai belajar menganyam sejak kelas 1 SD dengan bimbingan orang tuanya. Awalnya, kegiatan ini hanya sebagai hobi untuk mengisi waktu luang, namun kini telah berkembang menjadi sumber penghasilan. Meskipun sibuk dengan aktivitas produktif, Syakira tetap tidak melupakan kewajibannya untuk belajar dan bermain seperti anak-anak lainnya.
“Saya senang bisa membuat kerajinan dari eceng gondok dan berharap bisa terus mengembangkan keterampilan ini,” ujar Syakira dengan rendah hati saat ditemui di stan Apindo, Sabtu (25/4).
Hingga saat ini, Syakira telah memproduksi ratusan kerajinan tangan. Ia memanfaatkan melimpahnya eceng gondok di daerah HSU untuk menciptakan produk berkualitas yang diminati pasar. Selain menjual secara langsung, Syakira juga memasarkan produknya melalui media sosial dengan akun @Balimbur_ilung.
Ketua Apindo HSU, Romeir Emma Ramadayanti Revilla, memberikan apresiasi terhadap potensi besar yang dimiliki Syakira. Emma menilai Syakira sebagai sosok penerus yang langka di tengah minimnya minat anak muda terhadap kerajinan tradisional. “Syakira adalah contoh nyata bagaimana kreativitas dan ketekunan dapat mengubah kekayaan alam lokal menjadi peluang usaha yang menjanjikan,” tegas Emma saat mengunjungi stan pameran.
Keberhasilan Syakira menjadi inspirasi bagi generasi muda di HSU, bahwa dengan kreativitas dan ketekunan, kekayaan alam lokal dapat diubah menjadi peluang usaha yang menjanjikan sejak dini. (MC – HSU/Rhn/Wahyu)








