Headline.co.id, Gresik ~ Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, membuka Musyawarah Kerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik Tahun 2026 di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik, pada Minggu (19/04/2026). Acara ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja tahun 2025 dan merumuskan program kerja PMI untuk tahun mendatang. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif serta para kader PMI dari seluruh kecamatan di Kabupaten Gresik.
Dalam sambutannya, Bupati Yani menekankan pentingnya kesiapsiagaan PMI dalam menghadapi dampak perubahan iklim, terutama potensi kemarau panjang yang dapat mempengaruhi ketersediaan air bersih bagi masyarakat. “PMI harus adaptif terhadap kondisi kebencanaan saat ini. Jika terjadi kemarau panjang, maka kesiapan distribusi air bersih harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Bupati Yani juga menyoroti perlunya penguatan koordinasi PMI hingga tingkat kecamatan dan desa agar penanganan kebutuhan darurat dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan merata. Menurutnya, struktur relawan di tingkat akar rumput menjadi kekuatan utama dalam respons kemanusiaan. Selain kesiapsiagaan bencana, Bupati juga menekankan pentingnya regenerasi relawan PMI dengan melibatkan generasi muda, khususnya Gen Z, dalam kegiatan kemanusiaan.
“Anak muda perlu dilibatkan sebagai relawan agar tumbuh kepedulian sejak dini terhadap isu kesehatan dan kemanusiaan,” tambahnya. Ia juga menilai bahwa penguatan edukasi PMI di lingkungan sekolah penting dilakukan agar pemahaman tentang peran organisasi kemanusiaan ini semakin meluas di kalangan pelajar.
Sementara itu, PMI Kabupaten Gresik mencatat capaian positif pada tahun 2025. Kontingen Palang Merah Remaja (PMR) Gresik berhasil meraih delapan penghargaan dalam ajang Jumpa Bakti Gembira (JUMBARA) PMR X tingkat Provinsi Jawa Timur. Ketua PMI Kabupaten Gresik, Achmad Nadlir, menyampaikan bahwa Gresik juga berpeluang menjadi tuan rumah JUMBARA Nasional tahun ini, berdasarkan komunikasi dengan PMI Pusat. “Gresik dinilai memiliki kesiapan yang baik untuk menjadi tuan rumah JUMBARA Nasional,” ungkapnya.
Selain penguatan kegiatan kepalangmerahan, PMI Gresik juga menargetkan peningkatan partisipasi donor darah sebanyak 7.000 kantong selama pelaksanaan program kerja tahun 2026 sebagai bagian dari penguatan layanan kemanusiaan di daerah.


















