Headline.co.id, Bandung ~ Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) mengungkapkan keprihatinannya terhadap kasus dugaan penyekapan dan kekerasan di Bandung yang diduga bermula dari perkenalan melalui aplikasi kencan berbasis lokasi. Kasus ini, yang saat ini sedang ditangani oleh aparat penegak hukum, menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi di ruang digital.
Menkomdigi menekankan pentingnya kehati-hatian dan literasi digital yang baik dalam setiap interaksi yang dimulai dari ruang digital. “Algoritma dirancang untuk menemukan kecocokan, bukan menjamin seseorang dapat dipercaya,” ujarnya saat menjawab pertanyaan wartawan. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai profil, foto, atau informasi yang ditampilkan di media sosial atau aplikasi digital, karena bisa jadi itu hanyalah ilusi algoritma yang bertujuan meningkatkan interaksi.
Lebih lanjut, Menkomdigi mengingatkan pentingnya verifikasi identitas, menjaga data pribadi, dan memanfaatkan fitur keamanan seperti pelaporan dan pemblokiran jika menemukan perilaku mencurigakan. Menurutnya, keamanan di ruang digital hanya bisa terwujud melalui tanggung jawab bersama pemerintah, platform digital, dan masyarakat.
Pemerintah, kata Menkomdigi, terus memperkuat tata kelola, sementara platform digital diharapkan meningkatkan perlindungan pengguna. Masyarakat juga diharapkan semakin cakap dalam memanfaatkan teknologi secara bijak. Penanganan dugaan tindak pidana dalam kasus ini sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum.























