Headline.co.id, Jakarta ~ Deputi Bidang Pengembangan Kapasitas Aparatur Sipil Negara Lembaga Administrasi Negara (LAN), Tri Widodo Wahyu Utomo, menekankan pentingnya pelatihan ASN yang berdampak luas, mulai dari tingkat individu hingga global. Hal ini disampaikan dalam forum internasional bertajuk Systemic Impact through Transformative Training yang diadakan oleh LAN bersama German Institute of Development and Sustainability di Jakarta, Senin (20/4/2026). “Pertanyaan utama bukan lagi berapa banyak peserta pelatihan, tetapi bagaimana kelompok yang relatif kecil ini mampu menghasilkan dampak yang jauh lebih luas,” ujar Tri Widodo.
Tri Widodo menjelaskan bahwa pengembangan kapasitas ASN harus dirancang secara sistematis dengan memperhatikan empat tingkatan dampak. Pada level individu, pelatihan harus meningkatkan kompetensi ASN sesuai dengan tugas dan fungsi mereka. Pada level organisasi, peningkatan kompetensi ini harus terakumulasi menjadi kinerja institusi yang lebih baik. Pada level nasional, dampak organisasi harus berkontribusi pada pencapaian pembangunan nasional. Terakhir, pada level global, seluruh upaya tersebut harus bermuara pada kontribusi terhadap kemajuan kemanusiaan. “Ini adalah cara kita memastikan bahwa pelatihan bukan sekadar proses belajar, tetapi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” jelas Deputi LAN.
LAN juga menekankan pentingnya integrasi pengembangan kapasitas dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Setiap program pelatihan harus memiliki dampak yang terukur terhadap target pembangunan berkelanjutan. Pada 2025, LAN mencatat sebanyak 584 peserta pelatihan terlibat dalam program Aksi Perubahan yang menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis proyek. Setiap proyek dirancang untuk mendukung satu atau lebih target SDGs. “Pelatihan bukan sekadar pelatihan, tetapi bagian integral dari pembangunan,” tegas Tri Widodo.
Sejumlah inisiatif hasil pengembangan kapasitas ASN telah menunjukkan dampak konkret di berbagai sektor. Di sektor pendidikan, program “Kelas Perahu” di Kabupaten Pangkep berhasil menurunkan angka putus sekolah hingga 52 persen, sejalan dengan target SDGs poin pendidikan berkualitas. Di bidang pelayanan publik, perluasan Mal Pelayanan Publik (MPP) kini telah menjangkau hampir seluruh provinsi di Indonesia, sehingga memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan perizinan dan investasi tanpa harus ke Jakarta. Selain itu, inovasi dalam layanan administrasi kependudukan juga terus dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi dan kemudahan akses bagi masyarakat.
Tri Widodo menegaskan bahwa pengembangan kapasitas ASN merupakan motor penggerak dalam menciptakan institusi publik yang inklusif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman. Pendekatan ini sejalan dengan agenda reformasi birokrasi nasional yang menekankan peningkatan kualitas SDM aparatur sebagai kunci pelayanan publik yang efektif dan berdaya saing global. Melalui pendekatan berbasis dampak dan integrasi dengan agenda global, LAN memastikan bahwa setiap program pelatihan ASN tidak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.




















