Headline.co.id, Jakarta ~ Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengundang masyarakat untuk memeriksa langsung stok beras di gudang Bulog. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk keterbukaan informasi dan untuk memastikan bahwa ketersediaan pangan nasional tetap terjaga dengan baik. “Kami ingin masyarakat melihat sendiri bahwa cadangan beras pemerintah (CBP) dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Dirut Bulog pada Senin, 20 April 2026.
Bulog menargetkan penyerapan beras sebanyak 4 juta ton pada tahun ini, meningkat dari target tahun sebelumnya yang hanya 3 juta ton. Target ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan cadangan pangan nasional. “Dengan target yang lebih besar, kami berupaya memastikan pasokan beras tetap stabil,” tambah Ahmad Rizal Ramdhani.
Sejak awal tahun 2026, realisasi penyerapan beras menunjukkan peningkatan yang signifikan. Bulog mengelola 1.540 unit gudang dengan kapasitas total 3.061.484 ton untuk menyimpan cadangan beras pemerintah. Untuk mengantisipasi peningkatan volume stok, Bulog juga memanfaatkan 1.254 unit gudang filial dengan kapasitas 2.686.215 ton. Langkah ini memastikan bahwa seluruh stok beras tersimpan dengan baik dan tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia.
Per 18 April 2026, stok beras yang dikelola Bulog mencapai 4.881.105 ton. Angka ini menunjukkan kesiapan Bulog dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan menjaga stabilitas pasokan serta harga beras nasional. “Kami berkomitmen untuk terus memperkuat peran Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras,” tutup Ahmad Rizal Ramdhani.























