Headline.co.id, Jakarta ~ Gatal di selangkangan menjadi keluhan umum yang dialami pria dan wanita, terutama pada area lipatan paha yang lembap dan tertutup. Kondisi ini dapat terjadi kapan saja dan sering kali dipicu oleh infeksi jamur, iritasi kulit, hingga kurangnya kebersihan. Menurut berbagai sumber medis, gatal di selangkangan muncul akibat kombinasi faktor seperti keringat berlebih, penggunaan pakaian ketat, serta paparan bahan iritan. Penanganan yang tepat diperlukan agar keluhan tidak semakin parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Gatal pada area selangkangan umumnya disebabkan oleh beberapa faktor utama. Infeksi jamur seperti tinea cruris menjadi penyebab paling sering, terutama karena jamur mudah berkembang di area hangat dan lembap. Selain itu, iritasi akibat gesekan pakaian ketat, alergi terhadap sabun atau deterjen, hingga infeksi bakteri juga dapat memicu rasa gatal. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga berkaitan dengan kebersihan area genital yang kurang terjaga atau kebiasaan mengenakan pakaian dalam yang lembap.
Gejala yang muncul pun bervariasi, mulai dari rasa gatal intens, kemerahan, ruam berbentuk cincin, hingga sensasi perih dan terbakar. Pada kondisi tertentu, gatal juga bisa disertai kulit bersisik atau lecet akibat garukan berulang.
Untuk mengatasi kondisi ini, langkah awal yang dapat dilakukan adalah menghindari pemicu iritasi. Penggunaan produk berbahan kimia seperti sabun berpewangi, pelumas sintetis, atau pakaian ketat sebaiknya dihentikan sementara. Selain itu, kompres dingin dapat digunakan sebagai pertolongan pertama untuk meredakan rasa gatal.
Sejumlah bahan alami juga dinilai membantu meredakan keluhan. Lidah buaya, misalnya, diketahui memiliki efek menenangkan pada kulit yang mengalami iritasi. Sementara itu, minyak kelapa memiliki sifat antimikroba dan antijamur yang dapat membantu menghambat pertumbuhan jamur di kulit, meski penggunaannya hanya dianjurkan untuk pemakaian luar.
Jika perawatan alami tidak memberikan hasil, penggunaan obat medis dapat menjadi pilihan. Beberapa opsi obat gatal selangkangan yang umum digunakan meliputi krim antijamur seperti klotrimazol atau miconazole, antihistamin untuk mengatasi reaksi alergi, serta krim hidrokortison untuk meredakan peradangan. Namun, penggunaan obat-obatan ini sebaiknya dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter guna memastikan penyebab utama gatal.
Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Dyah Ayu Nirmalasari Sp.D.V.E, menegaskan bahwa penanganan harus disesuaikan dengan penyebabnya. “Gatal di selangkangan tidak bisa disamakan semua kasusnya. Jika disebabkan jamur, maka terapi antijamur diperlukan. Namun bila karena alergi atau iritasi, pendekatannya berbeda,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa penggunaan obat tanpa diagnosis yang tepat berisiko memperburuk kondisi. “Penggunaan antibiotik atau krim tertentu tanpa indikasi yang jelas justru bisa memicu infeksi lain,” kata dia.
Selain pengobatan, menjaga kebersihan menjadi langkah penting dalam pencegahan dan penanganan. Area selangkangan perlu dibersihkan secara rutin menggunakan sabun lembut, kemudian dikeringkan dengan baik agar tidak lembap. Penggunaan pakaian dalam berbahan katun yang longgar juga dianjurkan untuk mengurangi gesekan dan menjaga sirkulasi udara.
Kebiasaan sederhana seperti rutin mengganti pakaian dalam, menghindari berbagi handuk, serta tidak mengenakan pakaian basah terlalu lama juga dapat membantu mencegah munculnya gatal. Jika keluhan tidak membaik dalam waktu satu minggu atau disertai gejala lain seperti nyeri, luka, atau nanah, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.




















