Headline.co.id, Sleman ~ Seorang pria berinisial Su. (36), warga Margomulyo, Seyegan, Sleman, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di area persawahan tepi Sungai Gerjen pada Minggu (12/4/2026) pagi. Peristiwa ini pertama kali diketahui warga sekitar pukul 06.00 WIB dan dilaporkan ke Polsek Seyegan pada pukul 07.10 WIB. Korban diduga mengakhiri hidup karena tekanan ekonomi. Polisi bersama tim medis langsung melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Kasi Humas Polresta Sleman IPTU Argo Anggoro, S.H., menjelaskan bahwa korban ditemukan tergantung di pohon nangka di bulak persawahan, tepatnya di Dusun Dukuh Gerjen RT 02 RW 05, Margomulyo, Seyegan. Korban diketahui berprofesi sebagai buruh harian lepas.
“Sekitar pukul 06.00 WIB, saksi Sa. (60), warga setempat, saat hendak ke sawah melihat korban sudah dalam kondisi tergantung di pohon nangka di tepi sungai,” ujar IPTU Argo Anggoro dalam keterangannya kepada Headline.co.id.
Mengetahui kejadian tersebut, saksi kemudian melaporkan kepada Dukuh Gerjen, IP. (31), yang selanjutnya diteruskan ke Polsek Seyegan. Mendapat laporan, Kapolsek Seyegan AKP Pujiono, S.H., M.H., bersama anggota dan tim medis dari Puskesmas Seyegan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan medis di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Hasil pemeriksaan menunjukkan luka khas akibat gantung diri. Ujung kaki korban sudah mulai membiru, tidak ditemukan tanda lebam maupun kekerasan, pupil mata telah membuka, serta terdapat cairan keluar dari kemaluan,” jelasnya.
Petugas memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar 6 hingga 8 jam sebelum dilakukan pemeriksaan yang berlangsung pada pukul 08.17 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga nekat mengakhiri hidup akibat himpitan ekonomi.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Keluarga juga telah membuat surat pernyataan resmi, dan jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, khususnya jika menemukan tanda-tanda seseorang mengalami tekanan mental atau kondisi darurat. “Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil jalan pintas dalam menyelesaikan masalah. Segera cari bantuan dan laporkan jika menemukan kondisi yang mengkhawatirkan,” tegas IPTU Argo Anggoro.
Informasi diatas tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.























