Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia bersama negara-negara kontributor Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon (UNIFIL) mengutuk keras serangan berkelanjutan yang menewaskan tiga personel penjaga perdamaian asal Indonesia di Lebanon. Pernyataan kecaman ini disampaikan dalam sebuah pernyataan bersama di Markas Besar PBB, New York, pada Kamis (9/4/2026), sebagai tanggapan atas eskalasi konflik yang semakin membahayakan keselamatan personel internasional.
Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Umar Hadi, menegaskan bahwa keselamatan pasukan penjaga perdamaian adalah prioritas yang tidak dapat ditawar. Dalam pernyataan resmi pada Jumat (10/4/2026), Indonesia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah konkret guna memperkuat perlindungan bagi personel yang bertugas di wilayah konflik. “Kami mengutuk keras serangan terus-menerus terhadap UNIFIL, termasuk serangan serius terbaru yang menelan korban jiwa tiga pasukan penjaga perdamaian Indonesia dan melukai beberapa pasukan penjaga perdamaian lainnya dari Prancis, Ghana, Indonesia, Nepal, dan Polandia,” ujar Dubes Umar Hadi saat membacakan pernyataan resmi tersebut.
Pernyataan yang diinisiasi oleh Indonesia ini mendapat dukungan luas dari negara-negara kontributor pasukan dan anggota Uni Eropa. Mereka menyoroti peningkatan ketegangan di Lebanon sejak 2 Maret 2026 yang telah berdampak signifikan pada keamanan personel di lapangan. Selain jatuhnya korban dari pihak militer, situasi ini juga telah memicu krisis kemanusiaan dengan pengungsian massal lebih dari satu juta warga sipil.
Negara-negara penandatangan pernyataan tersebut mendesak PBB untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh, transparan, dan cepat terhadap seluruh serangan yang menyasar UNIFIL. Mereka menuntut pertanggungjawaban hukum bagi pihak-pihak yang terbukti melakukan serangan terhadap aset dan personel PBB sesuai dengan hukum internasional. “Keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar, dan kami mendesak PBB dan Dewan Keamanan untuk menggunakan semua alat yang tersedia untuk memperkuat perlindungan dalam lingkungan yang semakin berbahaya,” tegas pernyataan bersama tersebut.
Hingga saat ini, Indonesia terus menegaskan dukungan penuh terhadap mandat UNIFIL sebagaimana diatur dalam resolusi Dewan Keamanan PBB. Pemerintah RI juga meminta semua pihak yang bertikai di Lebanon untuk menghormati hukum humaniter internasional dan memastikan infrastruktur sipil serta personel perdamaian tidak menjadi sasaran militer.






















