Headline.co.id, Jakarta ~ Iwan Budianto, salah satu tokoh penting di Arema FC, menegaskan bahwa klub sepak bola tersebut masih dalam fase pemulihan setelah tragedi Kanjuruhan. Dalam sebuah podcast yang disiarkan oleh Arema FC Official TV, Iwan menyampaikan bahwa prioritas utama klub saat ini adalah memperkuat manajemen dan operasional, bukan mengejar gelar juara. Podcast tersebut dipandu oleh Munif Wakid, Kepala PR dan Marcom Arema FC, dan dihadiri oleh GM Arema FC, Yusrinal Fitriandi.
Iwan menjelaskan bahwa manajemen Arema FC saat ini belum berani memasang target tinggi karena masih harus mengatasi trauma yang ditinggalkan oleh tragedi tersebut. Fokus utama mereka adalah melakukan perbaikan secara konsisten. “Ekspektasi yang berlebihan dapat membahayakan kondisi psikologis tim yang sedang berusaha menata kembali fondasi mereka,” ujar Iwan.
Dalam hal rekrutmen pemain, Iwan menyebut bahwa manajemen Arema FC mengutamakan pemain lokal sebelum merekrut pemain asing. Langkah ini diambil untuk membangun tim yang solid dan sesuai dengan regulasi. Iwan juga memuji tim manajemen di bawah pimpinan Yusrinal Fitriandi yang berhasil menjaga kerahasiaan proses transfer pemain dan pelatih, sebuah prestasi yang sulit dicapai di era keterbukaan informasi saat ini.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menanggapi keluhan suporter mengenai harga tiket yang dianggap mahal, Iwan memberikan penjelasan bahwa penyesuaian harga tiket dilakukan untuk menjaga keberlangsungan operasional klub. Kapasitas stadion yang sebelumnya menampung 45.000 penonton kini dibatasi menjadi 21.600 penonton. “Jika penonton di bawah 6.000 orang, klub justru merugi,” jelas Iwan. Ia menambahkan bahwa biaya penyelenggaraan pertandingan meningkat tajam karena peningkatan sistem keamanan dan fasilitas pasca tragedi.
Iwan mengimbau Aremania untuk lebih dewasa dalam menyikapi kebijakan manajemen. Yusrinal Fitriandi menambahkan bahwa manajemen telah memberikan solusi alternatif melalui kolaborasi dengan presidium (KTA), aplikasi sponsor seperti diskon dari Bank BTN, serta program family bundling untuk meringankan beban suporter. Iwan menegaskan bahwa setiap keputusan, termasuk pelepasan pemain bintang atau penetapan harga tiket, selalu didasarkan pada alasan kuat demi keberlangsungan klub.



















