Headline.co.id, Sumenep ~ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep mengadakan kegiatan halalbihalal pada Rabu (8/4/2026) sebagai upaya memperkuat soliditas aparatur dalam menghadapi risiko bencana. Acara ini tidak hanya berfungsi sebagai tradisi pasca-Ramadan, tetapi juga sebagai sarana strategis untuk meningkatkan komunikasi dan kebersamaan di anggota BPBD.
Kepala BPBD Kabupaten Sumenep, Ach. Laili Maulidy, menyatakan bahwa kegiatan ini memiliki nilai penting dalam memperkuat kinerja organisasi. “Ini menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, menjaga komunikasi, dan saling memaafkan, sehingga ke depan kita dapat menjalankan tugas kebencanaan secara lebih optimal,” ujarnya.
Ach. Laili Maulidy menekankan bahwa soliditas internal adalah kunci utama untuk memberikan respons cepat dan tepat saat terjadi bencana. Oleh karena itu, penguatan hubungan antarpersonel menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang tangguh dan profesional. Ia berharap, melalui momentum ini, seluruh jajaran BPBD semakin siap menghadapi tantangan kebencanaan yang semakin kompleks dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan kebersamaan yang kuat, kita optimistis mampu mewujudkan Sumenep yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana,” tambahnya. Dalam tausiyahnya, H. Abd. Kadir menekankan bahwa halalbihalal merupakan sarana refleksi diri setelah Ramadan, untuk membersihkan hati sekaligus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. “Ini bukan hanya soal saling memaafkan, tetapi juga momentum memperbaiki diri dan meningkatkan kinerja,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran BPBD Kabupaten Sumenep, mulai dari unsur pimpinan, staf, hingga personel lapangan serta Dharma Wanita Persatuan (DWP). Melalui penguatan nilai kebersamaan dan integritas aparatur, BPBD Sumenep menegaskan komitmennya dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang responsif, kolaboratif, dan berkelanjutan.




















