Headline.co.id, Jakarta ~ Kakorlantas Polri Brigjen Pol. Agus Suryonugroho mengungkapkan kunci keberhasilan Operasi Ketupat 2026 yang mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat. Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, 85,3 persen pemudik merasa puas dengan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Angka ini menunjukkan bahwa arus mudik tahun 2026 berjalan lebih lancar, tertib, dan aman dibandingkan tahun sebelumnya.
Brigjen Pol. Agus menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja maksimal seluruh jajaran di lapangan. “Ini kerja total. Seluruh personel bekerja dengan sepenuh hati untuk memastikan masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman,” ujarnya pada Rabu (8/4/26). Ia mengungkapkan tiga strategi utama yang menjadi pembeda dalam Operasi Ketupat 2026.
Pertama, penggunaan teknologi sebagai “Mata dan Otak” lalu lintas. Polri mengandalkan sistem command center berbasis data real-time untuk memantau pergerakan arus kendaraan secara langsung. Teknologi seperti ETLE Drone Patrol Presisi, Traffic Accident Analysis (TAA), dan Road Accident Rescue (RAR) membuat respons di lapangan lebih cepat. “Keputusan tidak lagi berbasis perkiraan, tapi berbasis data,” jelasnya.
Kedua, rekayasa lalu lintas Presisi yang tidak dilakukan sembarangan. Strategi contraflow dan one way dihitung dengan cermat, mulai dari one way lokal, nasional, hingga rekayasa di titik krusial seperti rest area KM 62B dan KM 130B. Semua berbasis parameter traffic counting, artificial intelligence, dan radar, sehingga kemacetan dapat ditekan sebelum menjadi krisis.
Ketiga, layanan nyata yang dirasakan pemudik. Polri tidak hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga melayani masyarakat secara langsung. Pos pengamanan dan pelayanan aktif 24 jam, dan program mudik gratis Polri Presisi sangat membantu ribuan warga. “Tim urai kemacetan bergerak cepat di titik rawan. Di daerah, inovasi muncul, mulai dari Valet Ride di Jawa Tengah hingga Motor Senyum di Jawa Barat,” ungkapnya.
Keberhasilan ini meningkatkan kepercayaan publik. Brigjen Pol. Agus menegaskan bahwa ini adalah hasil kolaborasi lintas sektor. “Ini kerja bersama. Polri, TNI, kementerian, pemerintah daerah, semua bergerak. Tujuannya satu, melayani masyarakat,” katanya. Ia juga mengapresiasi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas arahan strategis dan kehadiran langsung di lapangan. Operasi Ketupat 2026 bukan hanya soal mengurai macet, tetapi juga menjaga kepercayaan publik. “Saat mobilitas nasional berjalan lancar di momen paling padat dalam setahun, itu berarti sistem bekerja. Dan tahun ini, publik sudah memberi jawabannya puas,” jelasnya.
Survei dilakukan pada 29 Maret hingga 4 April 2026 terhadap 1.200 responden melalui wawancara tatap muka. Dengan margin of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen, hasil ini dinilai merepresentasikan kondisi di lapangan. Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi, menyebut mayoritas publik merasakan langsung dampaknya. Bahkan, 82,7 persen pemudik menilai Operasi Ketupat tahun ini lebih baik dalam melancarkan arus lalu lintas. Selain itu, 79,8 persen responden menilai operasi ini berhasil menekan angka kecelakaan.























