Headline.co.id, Bitung ~ Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan bahwa jaringan telekomunikasi di Sulawesi Utara telah pulih dengan cepat setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang terjadi pada Kamis (2/4/2026) pukul 05.48 WIB. Pada hari yang sama, hingga pukul 18.00 WIB, sebanyak 98,2 persen dari jaringan yang sempat terganggu telah kembali berfungsi normal.
Gempa tersebut berpusat sekitar 129 kilometer tenggara Bitung dan sempat mengganggu 223 site atau sekitar 9,97 persen dari total 2.236 site di wilayah terdampak. Namun, pemulihan dilakukan dengan cepat sehingga sebagian besar layanan dapat kembali normal dalam hitungan jam.
Pemerintah segera mengaktifkan Crisis Management Team di Posko Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) sejak awal kejadian. Tim ini melibatkan seluruh unsur teknis dan operator untuk menjaga agar layanan tetap berjalan serta mempercepat proses pemulihan.
Pada sore hari, sebanyak 219 site telah kembali beroperasi, sementara empat site lainnya masih dalam proses pemulihan di Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, dan Kabupaten Minahasa Selatan. Gangguan jaringan terutama disebabkan oleh terputusnya pasokan listrik, sehingga operator menggunakan genset sebagai sumber daya alternatif sambil menunggu pemulihan listrik dari PLN.
Dari sisi operator, pemulihan berlangsung cepat dengan Telkomsel menyisakan dua site terdampak, XLSmart satu site, dan Indosat satu site sebelum seluruhnya kembali normal. Selain memastikan konektivitas, sistem peringatan dini juga berjalan efektif. Early Warning System kebencanaan berhasil mengirimkan notifikasi gempa dan potensi tsunami dari BMKG ke wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, termasuk Kota Bitung, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, dan Ternate.
Di sisi pengawasan frekuensi, dua stasiun monitoring transportabel di Bitung dan Minahasa terpantau dalam kondisi baik dan tetap beroperasi. Sebagian besar unit monitoring tidak mengalami gangguan, meskipun Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Manado sempat mengalami penurunan kualitas layanan dan masih dalam pemantauan.
Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan bahwa seluruh sumber daya terus disiagakan guna memastikan jaringan tetap stabil, sehingga masyarakat tetap terhubung selama masa tanggap darurat.




















