Headline.co.id, Sumenep ~ Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep menekankan pentingnya validitas data sebagai dasar utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran, terutama di lingkungan madrasah. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan dan Sinkronisasi Data Madrasah Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Workshop MAN Sumenep, Kamis (3/4/2026).
Acara ini dihadiri oleh Kepala Tata Usaha MAN dan MTsN serta operator MIN se-Madura, sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas pengelolaan data pendidikan berbasis digital. Kepala Kantor Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, menegaskan bahwa akurasi data adalah kunci dalam menentukan arah kebijakan serta efektivitas program pengembangan madrasah. “Peningkatan kapasitas tenaga kependidikan dan akurasi data merupakan dasar pengambilan kebijakan yang tepat. Tanpa data yang valid, program tidak akan mencapai sasaran optimal,” ujarnya.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Forum Kepala Tata Usaha dan Operator MIN wilayah Madura dan juga melibatkan tim Tenaga Kependidikan (Tendik) Bidang Pendidikan Madrasah (Pendma) Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan keselarasan sistem pengelolaan data, serta memperkuat tata kelola pendidikan yang transparan dan akuntabel.
Para peserta mendapatkan pembinaan intensif terkait optimalisasi layanan administrasi serta penguatan peran tenaga kependidikan dalam mendukung sistem informasi madrasah. Dalam era digital, tenaga kependidikan dituntut untuk mampu beradaptasi dengan sistem administrasi yang terus berkembang. Oleh karena itu, kegiatan ini juga difokuskan pada sinkronisasi data guna meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan pendidikan.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong terciptanya layanan prima di lingkungan madrasah, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan pendidikan berbasis data. Melalui penguatan kompetensi dan integrasi data, Kemenag Sumenep menargetkan peningkatan mutu pendidikan madrasah secara berkelanjutan, khususnya di wilayah Madura. Dengan data yang akurat dan terintegrasi, kebijakan pendidikan diharapkan lebih responsif, terukur, dan berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran serta pengembangan sumber daya manusia.



















