Headline.co.id, Banda Aceh ~ Kelompok pembudidaya ikan yang dibina oleh Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh berhasil memanen 359 kilogram ikan lele konsumsi. Panen ini dilakukan di Gampong Geuceu Komplek dengan menggunakan sistem bioflok. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa teknologi budidaya yang tepat dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi, terutama di tengah keterbatasan lahan dan sumber daya air.
Kepala DP2KP Kota Banda Aceh, Iskandar, menyatakan apresiasinya terhadap capaian kelompok binaan tersebut. Menurut Iskandar, sistem bioflok terbukti efektif dalam menghasilkan produksi tinggi dalam waktu yang relatif singkat. “Panen ini menunjukkan bahwa sistem bioflok mampu menjadi solusi bagi keterbatasan lahan dan air, serta meningkatkan hasil produksi dalam waktu yang relatif singkat,” ujar Iskandar pada Selasa (31/3/2026).
Iskandar menjelaskan bahwa masa pemeliharaan ikan lele dengan metode bioflok hanya memerlukan waktu sekitar empat bulan. Selain itu, metode ini juga lebih hemat dalam penggunaan pakan dibandingkan sistem kolam konvensional. Keberhasilan panen ini tidak hanya berdampak pada hasil produksi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan lokal dan peningkatan ekonomi masyarakat.
“Ini bukan hanya soal panen, tetapi bagaimana kita membangun kemandirian pangan dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” jelasnya. DP2KP berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan teknis kepada kelompok pembudidaya binaan agar produktivitas dapat terus terjaga dan meningkat secara berkelanjutan.
Keberhasilan panen lele bioflok di Gampong Geuceu Komplek diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk mengadopsi teknologi budidaya ikan yang ramah lingkungan, efisien, dan memiliki daya guna tinggi. Langkah ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Banda Aceh dalam memperkuat sektor pangan berbasis masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui inovasi budidaya perikanan.



















