Headline.co.id, Palembang ~ Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru, secara resmi membuka Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Hotel Aryaduta, Palembang, pada Rabu (1/4/2026). Dalam acara tersebut, Herman Deru mengapresiasi komitmen PKK dan Dekranasda dalam mendukung program pembangunan masyarakat, meskipun di tengah upaya efisiensi anggaran. Ia menegaskan bahwa efisiensi tidak boleh mengurangi semangat pengabdian kepada masyarakat.
Herman Deru menyatakan bahwa PKK harus adaptif dan terus memperbarui diri. Sebagai bagian dari pemerintahan yang tidak berorientasi profit, PKK memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran PKK yang mampu menjangkau masyarakat hingga lapisan paling bawah, sehingga keberadaannya tetap relevan dan harus diperkuat untuk menjawab tantangan sosial yang berkembang, termasuk dalam kesehatan keluarga, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi rumah tangga.
Gubernur juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif kader PKK dalam kegiatan posyandu untuk mendukung penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas generasi muda. Menurutnya, penguatan peran kader di tingkat desa dan kelurahan adalah kunci dalam menciptakan keluarga yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.
Selain itu, Herman Deru menekankan kontribusi Dekranasda dalam menjaga dan mengembangkan kerajinan daerah, terutama kain wastra khas Sumatra Selatan. Ia mendorong bupati dan wali kota untuk menyediakan ruang display bagi produk unggulan daerah sebagai sarana promosi. Langkah ini penting agar kerajinan lokal tidak hanya terjaga dari sisi produksi, tetapi juga memiliki ruang pemasaran yang lebih luas dan berkelanjutan.
Menurut Herman Deru, penguatan sektor kerajinan daerah juga merupakan bagian dari upaya memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sementara itu, Ketua TP PKK Sumsel, Feby Herman Deru, menegaskan bahwa keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang berperan besar dalam pembangunan. Oleh karena itu, penguatan 10 Program Pokok PKK bukan sekadar agenda organisasi, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan masyarakat.
“Momentum peringatan ini harus menjadi penguat sinergi agar program PKK semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya dalam mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” ungkapnya. Ia juga mengajak seluruh pemerintah daerah di Sumatra Selatan untuk memperkuat program PKK agar sejalan dengan kebijakan pemberdayaan manusia di tingkat pusat.
Ketua panitia kegiatan sekaligus Staf Ahli PKK Sumsel, Lidyawati Cik Ujang, menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung pada 1–2 April 2026 ini bertujuan menyelaraskan dan menyinkronkan program PKK provinsi dengan program PKK kabupaten/kota se-Sumatra Selatan. Melalui forum ini, diharapkan terbangun koordinasi yang lebih kuat dalam pelaksanaan program pemberdayaan keluarga dan pengembangan potensi daerah.






















