Headline.co.id, Sumenep ~ Seni kembali ditegaskan sebagai alat strategis dalam dakwah dan penguatan budaya oleh Pengurus Cabang Lembaga Seniman Muslimin Indonesia (PC Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) Sumenep. Diskusi seni yang mengangkat hubungan seni, nilai keislaman, dan kearifan lokal diadakan di Blank On Cafe pada Rabu (18/3/2026). Acara ini menghadirkan Moh. Wail Irsyad, Pengurus PW Lesbumi Jawa Barat, sebagai pemateri utama.
Diskusi tersebut menitikberatkan pada nilai-nilai kemaduraan sebagai dasar penguatan identitas budaya dan spiritualitas. Ketua PCNU Sumenep, Md Widadi Rahim, menegaskan bahwa seni tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi estetika, tetapi juga sebagai medium dakwah yang efektif dan humanis. “Ahlussunnah wal Jamaah bukan sekadar ekspresi estetika, tetapi bagian dari media dakwah yang halus, yang mampu menyentuh hati tanpa menggurui serta mengajak kepada kebaikan tanpa paksaan,” ujarnya.
Menurut Widadi, Lesbumi memiliki peran historis dalam tubuh NU sebagai penjaga tradisi, penguat identitas keislaman, dan penghubung nilai-nilai lokal dengan ajaran Islam yang universal. Seni dan sastra dipandang sebagai sarana strategis untuk menyampaikan kebijaksanaan dan pesan moral kepada masyarakat. Ia menambahkan bahwa penguatan ekosistem kesenian berbasis nilai Islam rahmatan lil ‘alamin menjadi penting di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Widadi berharap forum-forum kesenian seperti ini mampu melahirkan harmoni iman, ilmu, dan budaya. “Kita perlu terus merawat, melestarikan, dan mengembangkan kesenian yang bernafaskan nilai-nilai keislaman dan kebudayaan sebagai fondasi peradaban,” tegasnya. Diskusi ini juga mencerminkan upaya konsisten dalam membangun ruang dialog pelaku seni, ulama, dan masyarakat, sehingga kesenian tidak hanya bertahan sebagai warisan, tetapi juga berkembang sebagai kekuatan kultural yang relevan.
Melalui pendekatan tersebut, kesenian diharapkan mampu menjadi jembatan yang memperkuat persatuan, menghadirkan pesan damai, serta memperkokoh identitas keindonesiaan yang berakar pada nilai-nilai budaya dan spiritualitas.






















