Headline.co.id, Tambolaka ~ Pada Selasa (17/3/2026), suasana haru menyelimuti Aula Hotel Ella di Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya. Yayasan Cita Masyarakat Madani (YCMM) bersama ChildFund International di Indonesia resmi menutup program pendampingan masyarakat yang telah berlangsung selama tiga tahun sejak 2023. Program ini berfokus pada pengembangan masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Sumba Barat Daya, dengan tujuan utama meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama anak-anak dan generasi muda.
Selama pelaksanaan program, berbagai inisiatif strategis telah dijalankan. Inisiatif tersebut meliputi dukungan percepatan penurunan stunting, penguatan pendidikan kecakapan hidup (life skill) dan literasi keuangan, integrasi soft skill bagi siswa SMK, serta pemenuhan hak identitas anak melalui pemanfaatan aplikasi ASA NTT. Dalam siaran pers panitia, disebutkan bahwa seluruh program tersebut memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak di daerah tersebut.
Keberhasilan program ini tidak terlepas dari kolaborasi erat lembaga pendamping, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Bupati Sumba Barat Daya, melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Chritofel Horo, menyampaikan apresiasi atas dedikasi YCMM dan ChildFund International di Indonesia dalam mendukung pembangunan manusia di daerah. “Kami berterima kasih atas komitmen dan kontribusi nyata dalam mendampingi masyarakat, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak dan peningkatan kapasitas generasi muda di Kabupaten Sumba Barat Daya,” ujar Chritofel.
Program pendampingan ini mengusung motto “Bersama untuk Kesejahteraan Anak” yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak. Semangat tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dalam mewujudkan daerah yang unggul, berkarakter, maju, sejahtera, dan berbudaya, sekaligus mendukung target Indonesia Emas 2045.
Meskipun program telah berakhir, pemerintah daerah mendorong agar berbagai praktik baik dan model intervensi yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan dan diintegrasikan dalam perencanaan pembangunan daerah. Pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan di tingkat komunitas juga diharapkan menjaga komitmen yang telah dibangun, sehingga manfaat program tetap berkelanjutan bagi anak-anak dan keluarga. Momentum ini diharapkan menjadi titik penguatan kolaborasi dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, demi masa depan generasi Sumba Barat Daya yang lebih baik.





















