Headline.co.id, Banda Aceh ~ Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) berupaya meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya keamanan pangan. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan mengadakan sosialisasi tentang keamanan pangan untuk produk pangan olahan terkemas dan tata cara pendaftaran produk pangan olahan di Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM). Acara ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 28 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah, baik yang berada di dalam maupun di luar wilayah kerja BBPOM Aceh. Peserta berasal dari daerah seperti Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Pidie, Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Dairi, Kabupaten Luwu, hingga Kota Blitar. Hal ini menunjukkan tingginya minat pelaku usaha dalam meningkatkan kapasitas dan pemahaman terkait keamanan pangan.
Dalam pemaparannya, narasumber Muhibuddin menekankan bahwa keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak. “Keamanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga pelaku usaha dan konsumen. Kolaborasi semua pihak sangat penting untuk memastikan pangan yang beredar di masyarakat aman, bermutu, dan bergizi,” jelasnya, Jumat (13/3/2026).
Selain itu, para peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai tahapan serta persyaratan registrasi pangan olahan agar produk dapat memperoleh izin edar dari Badan POM. Materi ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memahami proses perizinan sekaligus mendorong mereka memasarkan produk yang telah memenuhi ketentuan regulasi.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh, Riyanto, dalam sambutan yang disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Marina Kaptriani, menekankan pentingnya penerapan standar keamanan pangan sejak tahap produksi. “Penerapan keamanan pangan pada produk olahan terkemas sangat penting untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar mutu, aman dikonsumsi, serta memiliki nilai gizi yang baik bagi masyarakat,” ujar Marina.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, BBPOM Aceh berharap para pelaku UMKM semakin memahami pentingnya penerapan prinsip keamanan pangan serta mampu menghasilkan produk olahan yang aman, bermutu, dan memenuhi ketentuan yang berlaku. Di akhir kegiatan, seluruh peserta juga diajak untuk bersama-sama berkomitmen mewujudkan pangan olahan yang aman, bermutu, dan terpercaya bagi masyarakat.




















