Headline.co.id, Banda Aceh ~ PT Pembangunan Aceh (PEMA) menyatakan dukungan terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Aceh melalui kegiatan Peukan Raya Ramadan (PRR) 1447 Hijriah. Acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh ini dinilai sebagai langkah konkret dalam mendorong aktivitas ekonomi berbasis UMKM selama bulan Ramadan.
Direktur Utama PEMA, Mawardi Nur, mengapresiasi Pemerintah Kota Banda Aceh atas penyelenggaraan kegiatan yang memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri penutupan PRR di eks lahan Pasar Aceh Shopping Center, Banda Aceh, Jumat (13/3/2026). “Kami dari PT PEMA menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Banda Aceh. Ini merupakan salah satu wujud nyata kepedulian terhadap UMKM yang selama ini menjadi motor utama penggerak ekonomi,” ujar Mawardi.
Menurut Mawardi, kegiatan ekonomi masyarakat seperti PRR tidak hanya memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan, tetapi juga memperkuat ekosistem usaha di daerah. Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat yang datang bersama keluarga untuk menikmati suasana Ramadan sekaligus berbelanja produk UMKM menunjukkan bahwa kegiatan tersebut memiliki dampak ekonomi dan sosial yang positif. “Kita bisa melihat bagaimana masyarakat datang bersama keluarga, menikmati suasana Ramadan sambil berbelanja. Ini menunjukkan kegiatan seperti ini memiliki dampak yang baik bagi pengusaha dan masyarakat,” katanya.
Mawardi berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan bahkan diperluas ke kabupaten dan kota lain di Aceh sebagai bagian dari upaya menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM. “Kita berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi role model bagi kabupaten dan kota lain dalam mengembangkan aktivitas ekonomi berbasis UMKM,” tambahnya. Ia juga menegaskan bahwa PEMA sebagai badan usaha milik Pemerintah Aceh siap mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi pelaku UMKM di daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Mawardi turut menyampaikan bahwa Banda Aceh memiliki potensi untuk mengembangkan kawasan kuliner atau pasar malam berbasis UMKM yang lebih terorganisasi sebagai bagian dari penguatan ekosistem usaha. Ia mencontohkan kawasan kuliner Jalan Alor di Kuala Lumpur, Malaysia, yang dikenal sebagai pusat aktivitas UMKM kuliner. “Jika Banda Aceh menginisiasi pengembangan ekosistem UMKM seperti itu, kami dari PEMA siap mendukung karena Banda Aceh merupakan pusat aktivitas ekonomi di Provinsi Aceh,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, menyampaikan bahwa selama 15 hari pelaksanaan PRR sejak 27 Februari hingga 13 Maret 2026, kegiatan tersebut mencatat perputaran uang lebih dari Rp2 miliar dari transaksi ratusan tenant UMKM yang terlibat. Menurutnya, tingginya minat pelaku usaha terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 200 UMKM sejak awal pendaftaran dibuka. Namun karena keterbatasan tempat, panitia hanya dapat menampung sekitar 120 stan dengan lebih dari 150 merek UMKM. “UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah. Kita berharap kegiatan seperti ini dapat terus mendorong berkembangnya pengusaha UMKM baru di Banda Aceh,” ujar Afdhal.


















