Headline.co.id, Jakarta ~ Wakil Menteri Agama (Wamenag) Muhammad Syafi’i menekankan pentingnya peran majelis taklim dalam memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat. Hal ini disampaikan saat menghadiri acara buka puasa bersama dan khatmil Al-Qur’an pada malam ke-25 Ramadan di Majelis Taklim Habib Ali bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Habsyi, Kwitang, Jakarta Pusat, Sabtu (14/3/2026).
Dalam acara tersebut, Wamenag juga memberikan bantuan sebesar Rp50 juta untuk mendukung operasional dan kegiatan dakwah majelis taklim tersebut. “Suasana Ramadan yang teramat indah kali ini saya rasakan jauh lebih kuat ketika bisa duduk bersama para habaib dan jemaah di masjid mulia ini. Suasana ukhuwah seperti inilah yang selalu kita rindukan,” ujar Syafi’i.
Menurut Wamenag, majelis taklim memiliki peran penting dalam membina umat dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Ia menilai kegiatan dakwah yang dilakukan majelis taklim sejalan dengan tujuan pemerintah dalam membangun masyarakat yang beriman dan bertakwa. “Majelis Taklim Habib Ali Kwitang adalah mitra strategis Kementerian Agama dalam membina umat. Dakwah luhur di majelis ini selalu mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat,” katanya.
Syafi’i juga menyoroti kondisi kehidupan beragama di Indonesia yang dinilai semakin sejuk dan inklusif. Ia menyebut pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto terus membuka ruang dialog dengan tokoh agama serta organisasi kemasyarakatan. “Di masa Presiden Prabowo, suasana keagamaan mendapat dukungan penuh. Beliau secara rutin berdiskusi dengan tokoh agama dan ormas Islam,” ujar Syafi’i.
Menurutnya, kondisi yang kondusif tersebut memungkinkan masyarakat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan aman. Sementara itu, pimpinan majelis taklim Habib Ali Kwitang mengatakan kegiatan buka puasa bersama dan tarawih berjamaah di majelis tersebut rutin digelar setiap Ramadan. Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, jemaah juga memperbanyak ibadah, zikir, dan tahlil sebagai bentuk meneladani sunnah Nabi Muhammad SAW. “Memasuki 10 hari terakhir Ramadan, kita meneladani Nabi Muhammad SAW dengan lebih sungguh-sungguh menjalankan ibadah, khususnya pada malam hari,” ujarnya.





















