Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) telah memutuskan untuk menunda pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing Eight (D-8), sebuah forum kerja sama ekonomi bagi negara-negara berkembang. Acara ini awalnya dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 15 April 2026. Penundaan ini disebabkan oleh meningkatnya konflik di Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemlu RI, Tri Tharyat, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan situasi keamanan yang tidak stabil di kawasan Timur Tengah. Pemerintah Indonesia telah mengirimkan surat resmi kepada seluruh negara anggota D-8 untuk memberitahukan penundaan ini. “Kami telah mengirimkan pemberitahuan resmi kepada seluruh negara anggota,” kata Tri dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Taklimat Media di kantor Kemlu RI, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Penundaan ini mencakup seluruh agenda KTT D-8 yang telah dijadwalkan sebelumnya, termasuk Konferensi Tingkat Menteri Luar Negeri pada 14 April serta pertemuan tingkat komisioner pada 12–13 Maret 2026. Tri menegaskan bahwa seluruh negara anggota telah menerima pemberitahuan tersebut dan memahami keputusan yang diambil oleh Indonesia sebagai tuan rumah. “Semua negara anggota telah menerima dan memahami keputusan ini,” ujarnya.
Indonesia tahun ini dipercaya menjadi tuan rumah KTT D-8, yang merupakan forum beranggotakan sembilan negara berkembang, yaitu Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Turki, dan Azerbaijan. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri, Sugiono, menyatakan bahwa acara puncak akan digelar di Jakarta dengan mencari tempat yang representatif. “Kami sedang mencari tempat yang representatif untuk acara ini,” kata Sugiono di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu 4 Februari 2026.
Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah sebelum menentukan langkah selanjutnya.


















