Headline.co.id, Jakarta ~ Seluruh rumah sakit anggota Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) diminta untuk tetap siaga penuh selama periode libur Lebaran 2026. Rumah sakit diinstruksikan untuk beroperasi 24 jam sehari selama tujuh hari seminggu guna memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang diperlukan.
Ketua Umum PERSI, Bambang Wibowo, menyatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada semua rumah sakit anggota di Indonesia. Surat tersebut berisi instruksi agar manajemen rumah sakit mempersiapkan berbagai aspek layanan menjelang masa libur panjang Idulfitri. “Kami ingin memastikan bahwa pelayanan kesehatan tetap optimal selama libur Lebaran,” ujarnya dalam konferensi pers bersama BPJS Kesehatan di Jakarta, Senin (9/3/2026).
PERSI menekankan beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh manajemen rumah sakit agar pelayanan tetap berjalan lancar selama periode Lebaran. Pertama, rumah sakit diminta untuk mengatur jadwal dokter jaga dan tenaga kesehatan secara optimal, sehingga layanan tetap berjalan meskipun sebagian staf mengambil cuti Lebaran. Kedua, rumah sakit harus memastikan rantai pasok logistik kesehatan, termasuk ketersediaan obat-obatan di instalasi farmasi serta perlengkapan medis lainnya. Ketiga, dilakukan pengecekan fasilitas vital, seperti generator listrik (genset), alat pemadam kebakaran, hingga kesiapan menghadapi kondisi darurat atau potensi bencana.
PERSI juga memastikan bahwa meskipun sebagian klinik rawat jalan biasanya tutup saat libur nasional, layanan kesehatan yang bersifat darurat dan krusial tetap berjalan. Layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) serta unit hemodialisis atau cuci darah dipastikan tetap beroperasi untuk melayani pasien yang membutuhkan penanganan segera maupun terapi rutin.
Menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat saat arus mudik, PERSI turut menekankan pentingnya sinergi rumah sakit dengan posko kesehatan di jalur mudik yang disiapkan oleh BPJS Kesehatan. Menurut Bambang Wibowo, komunikasi yang terintegrasi posko kesehatan dan rumah sakit rujukan sangat penting untuk mempercepat penanganan pasien, terutama korban kecelakaan di jalur mudik. “Penting bagi kita untuk berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan utama supaya komunikasinya berjalan baik. Dengan begitu, saat ada rujukan dari posko, rumah sakit sudah siap menerima pasien,” ujarnya.
Koordinasi ini dinilai sangat vital, khususnya untuk menangani korban kecelakaan di jalur berisiko tinggi seperti jalan tol. Melalui kesiapan fasilitas dan sistem rujukan yang cepat, diharapkan angka fatalitas kecelakaan selama masa mudik dapat ditekan.





















