Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Peningkatan Kasus Suspek Campak di Indonesia, Dosen UGM Dorong Optimalisasi Vaksinasi

Dwina by Dwina
2 months ago
in Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
410 13
A A
0
Peningkatan Kasus Suspek Campak di Indonesia, Dosen UGM Dorong Optimalisasi Vaksinasi
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jogja ~ Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan peningkatan signifikan kasus suspek campak yang mencapai 8.224 kasus 1 Januari hingga 23 Februari 2026. Dalam periode tersebut, terdapat 21 kejadian luar biasa (KLB) suspek campak di 17 kabupaten atau kota di 11 provinsi. Dari jumlah tersebut, 13 KLB di 6 provinsi telah terkonfirmasi melalui laboratorium, dengan lima provinsi terbanyak berada di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, DI Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Dr. dr. Rr. Ratni Indrawanti, Sp.A(K), dosen dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), menekankan pentingnya perhatian serius terhadap peningkatan kasus ini. Namun, ia menyatakan bahwa situasi tersebut belum tentu menjadi darurat kesehatan jika masih dapat dikendalikan dengan sistem kesehatan yang efektif.

You might also like

UGM Tingkatkan Pengawasan UTBK SNBT untuk Cegah Kecurangan

UGM Tingkatkan Pengawasan UTBK SNBT untuk Cegah Kecurangan

26 April 2026
Peran Buku Digital dan Media Sosial dalam Pengembangan Literasi di Indonesia

Peran Buku Digital dan Media Sosial dalam Pengembangan Literasi di Indonesia

24 April 2026

Ratni menjelaskan bahwa suatu kondisi dapat disebut darurat kesehatan jika terjadi peningkatan kasus yang cepat dan meluas, menimbulkan dampak serius seperti kematian, dan sulit dikendalikan sehingga memerlukan respons besar dari pemerintah. Meskipun jumlah kasus saat ini tinggi, ia percaya bahwa kondisi tersebut masih bisa dikendalikan dengan surveilans yang baik, penanganan cepat, dan peningkatan cakupan vaksinasi. “Dari 8.000 kasus ini memang situasinya serius dan harus ditangani secara serius. Namun selama kasus ini dapat ditangani dengan surveilans yang baik, penanganan kasus yang cepat, serta peningkatan cakupan vaksinasi, maka masih bisa dikendalikan dan tidak menimbulkan darurat kesehatan,” jelas Ratni pada Minggu (8/3).

Ratni menambahkan bahwa penurunan cakupan vaksinasi di masyarakat menjadi salah satu faktor utama peningkatan kasus campak. Faktor-faktor seperti keterbatasan akses layanan kesehatan, jarak yang jauh, dan berkurangnya kegiatan imunisasi di tingkat masyarakat turut mempengaruhi. Selain itu, penyebaran informasi keliru mengenai vaksin di media sosial juga mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi.

Ia menegaskan bahwa campak tidak boleh dianggap sebagai penyakit ringan karena dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia atau radang paru-paru hingga kematian jika tidak ditangani dengan baik. “Banyak masyarakat yang menyepelekan campak. Padahal jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi seperti pneumonia bahkan menyebabkan kematian,” ujarnya.

Ratni juga menekankan pentingnya pemberian imunisasi ketika anak dalam kondisi sehat. Penundaan vaksinasi dapat meningkatkan risiko penularan karena anak yang belum memiliki antibodi dapat menularkan virus kepada orang lain di sekitarnya. “Jika vaksin ditunda, anak tidak memiliki antibodi dan berpotensi menularkan virus kepada orang di sekitarnya. Penundaan ini bukan hanya meningkatkan risiko, tetapi juga dapat memicu penularan yang lebih luas hingga menimbulkan kejadian luar biasa (KLB),” jelasnya.

Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular karena virusnya dapat menyebar melalui udara atau droplet. Dalam kondisi tertentu, satu orang yang terinfeksi dapat menularkan penyakit kepada banyak orang di sekitarnya. Ratni menjelaskan bahwa satu anak yang terkena campak berpotensi menularkan virus tersebut kepada hingga 18 orang lainnya. Hal ini disebabkan virus campak dapat bertahan di udara, terutama di ruangan tertutup, hingga sekitar dua jam setelah penderita berada di lokasi tersebut. “Penularannya sangat cepat karena virus campak menyebar melalui udara. Dalam ruangan tertutup, virus ini bisa bertahan hingga dua jam dan berisiko menularkan kepada orang lain yang berada di sekitar,” ungkapnya.

Sebagian besar kasus campak di Indonesia ditemukan di wilayah dengan cakupan imunisasi rendah. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau kecil juga menjadi tantangan dalam distribusi vaksin serta penyebaran informasi kesehatan kepada masyarakat.

Ratni menilai bahwa munculnya kasus campak pada pelancong tidak serta-merta mencerminkan buruknya citra kesehatan suatu negara. Menurutnya, reputasi sistem kesehatan suatu negara ditentukan oleh kemampuan dalam memprediksi dan mengendalikan wabah penyakit. “Citra sistem kesehatan suatu negara tidak ditentukan dari ada atau tidaknya penyakit, tetapi dari kemampuan negara tersebut memprediksi dan mengendalikan wabah,” jelas Ratni.

Ratni juga mengingatkan bahwa jika tren penurunan imunisasi terus berlanjut, dampaknya dapat sangat serius bagi kesehatan masyarakat. Selain meningkatkan jumlah anak yang tidak memiliki kekebalan, kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan lebih banyak wabah serta meningkatkan angka kematian pada anak.

Selain itu, campak dapat menimbulkan berbagai komplikasi jangka panjang seperti radang otak, kejang, hingga pneumonia yang dapat menurunkan kualitas kesehatan generasi mendatang. Kelompok yang paling berisiko mengalami komplikasi berat adalah bayi, anak dengan gizi buruk, serta anak yang tidak mendapatkan vaksinasi. “Lalu, ada yang dinamakan gejala sisa, gejala sisa itu dapat menimbulkan radang otak, kejang, pneumonia, jadi ada penurunan kualitas generasi,” terangnya.

Ia juga menjelaskan bahwa setelah sembuh dari campak, seseorang dapat mengalami kondisi yang dikenal sebagai immune amnesia, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh “melupakan” sebagian perlindungan terhadap penyakit yang sebelumnya pernah dilawan oleh tubuh. Akibatnya, seseorang menjadi lebih rentan terhadap infeksi lain.

Untuk mencegah penularan, Ratni menegaskan pentingnya mengikuti jadwal imunisasi campak yang diberikan dalam beberapa tahap, yaitu pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan 5 tahun. Pengulangan ini diperlukan karena virus dalam vaksin memiliki kekuatan yang lebih lemah dibandingkan virus campak liar sehingga perlu diberikan beberapa kali agar kekebalan tubuh terbentuk secara optimal.

Selain imunisasi, Ratni juga mengingatkan pentingnya upaya pencegahan sederhana di masyarakat, seperti menggunakan masker saat mengalami batuk dan pilek, mencuci tangan secara rutin, serta meningkatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat. “Kita harus bersama-sama sadar. Jika sedang batuk dan pilek sebaiknya menggunakan masker, mencuci tangan, mengingatkan anak dan cucu untuk vaksin, menjaga daya tahan tubuh, serta memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat,” pungkasnya.

Tags: Berita JogjaHeadlineJogjaKementerianKesehatan
Dwina

Dwina

Related Stories

UGM Tingkatkan Pengawasan UTBK SNBT untuk Cegah Kecurangan

UGM Tingkatkan Pengawasan UTBK SNBT untuk Cegah Kecurangan

by wahyu
26 April 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan...

Peran Buku Digital dan Media Sosial dalam Pengembangan Literasi di Indonesia

Peran Buku Digital dan Media Sosial dalam Pengembangan Literasi di Indonesia

by Ari Wibowo muhammad
24 April 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Hari Buku Sedunia yang diperingati setiap tanggal 23 April menjadi kesempatan untuk meninjau kembali kondisi literasi di...

Program MBG Hadapi Tantangan Keamanan Pangan, 33 Ribu Pelajar Alami Keracunan

Program MBG Hadapi Tantangan Keamanan Pangan, 33 Ribu Pelajar Alami Keracunan

by Dwina
24 April 2026
0

Headline.co.id, Buru ~ Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh pemerintah untuk meningkatkan status gizi pelajar kini menghadapi masalah...

Tantangan Global dalam Menjaga Bumi sebagai Warisan Bersama

Tantangan Global dalam Menjaga Bumi sebagai Warisan Bersama

by Dani
24 April 2026
0

Headline.co.id, Peningkatan Suhu Bumi ~ perubahan pola cuaca ekstrem, dan meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologis menunjukkan bahwa kondisi lingkungan saat ini...

Prodi Geografi UGM Raih Peringkat Tertinggi di Indonesia dan 101-150 Dunia Menurut QS WUR 2026

Prodi Geografi UGM Raih Peringkat Tertinggi di Indonesia dan 101-150 Dunia Menurut QS WUR 2026

by Dani
24 April 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi melalui Program Studi Geografi yang berhasil meraih peringkat 101-150 dunia...

UGM dan ACU Resmikan Pusat Penelitian Kesejahteraan Manusia

UGM dan ACU Resmikan Pusat Penelitian Kesejahteraan Manusia

by Dani
24 April 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Australian Catholic University (ACU) secara resmi meluncurkan Human Flourishing Center atau Pusat...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Sertifikasi Tanah Ulayat di Papua: Upaya Sinergi Hukum Adat dan Pertanahan

Sertifikasi Tanah Ulayat di Papua: Upaya Sinergi Hukum Adat dan Pertanahan

21 November 2025
Dibangun Sejak 1738, Ini Kisah Panjang Masjid Agung Palembang sebagai Ikon Kota Tua

Jejak Sejarah Masjid Agung Palembang, Simbol Kejayaan Kesultanan Palembang Darussalam yang Bertahan Ratusan Tahun

19 January 2026
Presiden Prabowo Berharap Program MBG Menjangkau Seluruh Desa pada 2026

Presiden Prabowo Berharap Program MBG Menjangkau Seluruh Desa pada 2026

7 January 2026

Herfini Haryono Dorong Karyawan Lakukan Gebrakan Demi Kemajuan PT KAI (Persero)

30 January 2019
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Halmahera Barat, Maluku Utara

Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Halmahera Barat, Maluku Utara

15 January 2026
Petugas kepolisian bersama warga membantu proses evakuasi korban kecelakaan lalu lintas ke ambulans di kawasan Srimartani, Piyungan, Bantul, Minggu (11/1/2026) malam.

Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan di Srimartani Piyungan, Enam Orang Luka

12 January 2026
Polisi Melakukan Evakuasi Kendaraan Pasca Kecelakaan di Banguntapan Bantul

Kecelakaan Beruntun di Jalan Ngipik Banguntapan Libatkan Empat Kendaraan, Mahasiswi Alami Luka Serius

17 January 2025

Artikel Terbaru

Polisi Ungkap Kasus Pria Tewas Gantung Diri di Kulon Progo, Berawal dari Temuan Keluarga

Polisi Ungkap Kasus Pria Tewas Gantung Diri di Kulon Progo, Berawal dari Temuan Keluarga

27 April 2026
Bupati Merauke Raih Penghargaan Kepemimpinan Strategis di National Governance Award 2026

Bupati Merauke Raih Penghargaan Kepemimpinan Strategis di National Governance Award 2026

27 April 2026
SMKN 1 Batang Selenggarakan AKSIOMA untuk Tingkatkan Kemampuan PMR

SMKN 1 Batang Selenggarakan AKSIOMA untuk Tingkatkan Kemampuan PMR

27 April 2026
Dinas Kesehatan Batang Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi Bus

Dinas Kesehatan Batang Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi Bus

27 April 2026
Gorontalo Kembangkan Hilirisasi Ayam Terintegrasi untuk Perkuat Ekonomi

Gorontalo Kembangkan Hilirisasi Ayam Terintegrasi untuk Perkuat Ekonomi

27 April 2026
Wakil Gubernur Gorontalo Dorong Duta UMKM 2026 Dukung Suksesnya Penas XVII

Wakil Gubernur Gorontalo Dorong Duta UMKM 2026 Dukung Suksesnya Penas XVII

27 April 2026
Pengungkapan Kasus Penyalahgunaan Sabu di Tanah Abang oleh Polisi

Pengungkapan Kasus Penyalahgunaan Sabu di Tanah Abang oleh Polisi

27 April 2026

Popular Story

  • Daycare Little Aresha Jogja di Segel Polisi

    Siapa Pemilik Daycare Little Aresha Jogja? Struktur Organisasi Dicari, Akun Medsos Hilang

    1036 shares
    Share 414 Tweet 259
  • Viral Dugaan Kekerasan Anak, Google Maps Daycare Little Aresha Jogja Diserbu Netizen dan Kini Menghilang

    897 shares
    Share 359 Tweet 224
  • Heboh Video 4 Menit 27 Detik di Pamekasan, Polisi Selidiki Pelajar SMP yang Diduga Terlibat

    1183 shares
    Share 473 Tweet 296
  • Polisi Ungkap Kronologi dan Identitas Mayat Perempuan Ditemukan di Kali Ngrowo Kulon Progo

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • Polisi Ungkap Detik-Detik Siswa SD Tertimpa Besi Pick Up di Gunungkidul, Korban Kritis

    710 shares
    Share 284 Tweet 178
  • Viral! Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Jogja, Ternyata Biayanya Capai Jutaan

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Pemerintah Mulai Tertibkan Perkebunan Sawit Ilegal di Kawasan Konservasi Sumut

    1104 shares
    Share 442 Tweet 276
  • Kecelakaan Moge Vs Jupiter MX di Perempatan Mlangsen Temon, Istri pengendara Meninggal Dunia

    1801 shares
    Share 720 Tweet 450
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.