Headline.co.id, Probolinggo ~ Kereta Api Blambangan Ekspres (KA 147) tertemper truk gandeng di perlintasan kereta api Pertigaan Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 01.19 WIB. Insiden tersebut melibatkan lokomotif CC201 dengan kendaraan truk yang melintas di jalur perlintasan. Akibat kejadian itu, perjalanan kereta sempat tertahan sementara dan petugas melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan keselamatan operasional kereta api.
Berdasarkan informasi yang diterima dari video yang beredar dan diterima redaksi headline.co.id, kecelakaan terjadi ketika truk gandeng berada di jalur perlintasan saat KA Blambangan Ekspres melintas di petak jalur antara Stasiun Probolinggo dan Stasiun Leces.
Dalam rekaman video tersebut terlihat bagian depan lokomotif mengalami kerusakan cukup parah akibat benturan dengan bagian belakang muatan truk gandeng. Truk yang terlibat diketahui tertabrak pada bagian muatan belakangnya saat berada di perlintasan.
Meski benturan cukup keras, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun dua masinis yang berada di dalam lokomotif sempat terdampak. Satu masinis dilaporkan selamat, sementara satu masinis lainnya mengalami kondisi kaki terjepit dan masih dalam proses evakuasi oleh petugas di lokasi kejadian.
Sementara itu, melalui pernyataan resmi yang disampaikan melalui akun resmi PT Kereta Api Indonesia (KAI), pihaknya membenarkan adanya insiden yang melibatkan KA Blambangan Ekspres.
“Telah terjadi insiden KA Blambangan Ekspres (147) yang tertemper kendaraan truk di petak jalan antara Stasiun Probolinggo–Leces, Jawa Timur, sekitar pukul 01.19 WIB,” demikian pernyataan resmi KAI.
KAI juga menyampaikan bahwa dampak dari kejadian tersebut membuat perjalanan KA Blambangan Ekspres untuk sementara waktu tertahan sambil menunggu proses penanganan di lokasi selesai.
“Akibat kejadian tersebut, perjalanan KA Blambangan Ekspres (147) untuk sementara masih tertahan. Petugas terkait saat ini tengah melakukan penanganan dan pemantauan secara intensif guna memastikan keselamatan serta kelancaran operasional perjalanan kereta api,” tulis KAI dalam keterangan resminya.
Pihak KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas gangguan perjalanan yang terjadi akibat insiden tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan keterlambatan yang terjadi. Informasi terkini mengenai kondisi di lapangan akan kami sampaikan pada pembaruan berikutnya,” lanjut pernyataan tersebut.





















