Headline.co.id, Jakarta ~ BPJS Kesehatan resmi meluncurkan mekanisme kerja baru dalam penyusunan kebijakan melalui program BPJS Kesehatan Tanggap (Tangkap Aspirasi, Gapai Solusi) pada Rabu, 4 Maret 2026. Program ini bertujuan untuk mentransformasi peran BPJS Kesehatan dari sekadar pendengar menjadi organisasi yang aktif mencari solusi nyata bagi masyarakat.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan bahwa setiap kebijakan strategis yang akan datang harus didasarkan pada aspirasi dan kebutuhan nyata di lapangan, bukan hanya asumsi. “Setiap kebijakan strategis yang lahir ke depan tidak boleh lagi didasarkan pada asumsi semata, melainkan harus berakar pada aspirasi dan kebutuhan nyata di lapangan,” jelasnya.
Kehadiran seluruh pemangku kepentingan dalam program ini menegaskan bahwa keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah upaya kolektif. Dengan lebih dari 283 juta jiwa rakyat Indonesia yang menjadi bagian dari program ini, BPJS Kesehatan berkomitmen untuk menghadirkan sistem jaminan kesehatan yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Melalui BPJS Kesehatan Tanggap, organisasi ini berkomitmen memperkuat transformasi mutu layanan dengan berfokus pada tiga pilar utama: kemudahan akses layanan, kecepatan respons dan proses, serta kesetaraan layanan bagi seluruh peserta. “Setiap aspirasi yang masuk akan menjadi dasar langkah konkret dalam penyusunan kebijakan yang relevan,” ujar Prihati Pujowaskito.
Untuk memastikan suara masyarakat terdengar secara luas, BPJS Kesehatan akan memanfaatkan berbagai kanal, mulai dari forum diskusi daring, penyebaran formulir elektronik, hingga interaksi langsung melalui kunjungan ke daerah-daerah. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi budaya organisasi yang terbuka terhadap masukan dan terus melakukan perbaikan berkelanjutan. Dengan cara ini, JKN diharapkan menjadi lebih kuat, adaptif, dan responsif dalam menghadapi dinamika perubahan zaman.



















