Headline.co.id, Jakarta ~ Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh mengadakan kegiatan Advokasi Lintas Sektor Program Desa, Pasar, Sekolah, dan Kabupaten/Kota Pangan Aman Tahun 2026 di Kantor Bupati Aceh Besar pada Rabu, 4 Maret 2026. Acara ini dipimpin oleh Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, dan dihadiri oleh 48 peserta yang terdiri dari perwakilan pemerintah daerah, lintas sektor, pemerintah desa, pengelola pasar, serta satuan pendidikan.
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Besar, Farhan AP, dan ditutup oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Besar, Bahrul Jamil. Dalam sambutannya, Riyanto menekankan bahwa Program Intervensi Keamanan Pangan merupakan bagian dari Program Prioritas Nasional yang telah dimulai sejak 2014 dan terus diperkuat untuk mendukung percepatan penurunan stunting sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021.
Riyanto menjelaskan bahwa pada tahun 2026, Kabupaten Aceh Besar menjadi fokus intervensi Program Pangan Aman yang dilaksanakan oleh BBPOM di Banda Aceh. Melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas SAPA), BBPOM mendorong pemberdayaan komunitas desa, pasar, dan sekolah agar dapat berpartisipasi dan mandiri dalam pembinaan serta pengawasan keamanan pangan di lingkungan masing-masing.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam keberhasilan program ini. Intervensi keamanan pangan harus dilakukan secara menyeluruh dari sisi supply maupun demand, sehingga masyarakat mendapatkan perlindungan maksimal serta peningkatan kesadaran dalam memilih dan mengelola pangan yang aman.
Farhan AP, dalam sambutannya saat membuka kegiatan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Aceh Besar sebagai lokasi program tahun 2026. “Kami menyambut baik pelaksanaan advokasi ini. Keamanan pangan bukan hanya tanggung jawab satu instansi, melainkan kerja bersama. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar siap mendukung penguatan komitmen lintas sektor demi kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Pada sesi penutupan, Sekda Kabupaten Aceh Besar, Bahrul Jamil, menekankan pentingnya tindak lanjut konkret dari forum advokasi tersebut. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada BBPOM Aceh atas capaian predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). “Kami mengucapkan selamat atas raihan predikat WBBM yang diperoleh BBPOM Aceh. Ini menjadi bukti komitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan melayani masyarakat. Kami berharap semangat ini terus menguat dan berdampak langsung pada kualitas perlindungan masyarakat,” ungkap Bahrul.
Kegiatan tersebut berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif berdiskusi dan menyampaikan komitmen dukungan terhadap pelaksanaan Program Germas SAPA. Momentum ini menjadi langkah strategis memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan Aceh Besar sebagai Kabupaten Pangan Aman serta mendukung terwujudnya generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.























