Headline.co.id, Kulon Progo ~ Kepolisian Resor Kulon Progo membenarkan terjadinya kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor besar (moge) dan sepeda motor Yamaha Jupiter di Simpang Empat Mlangsen, Jalan Wates–Purworejo, Kalurahan Palihan, Kapanewon Temon, Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 16.45 WIB. Peristiwa tersebut melibatkan MS yang berboncengan dengan AS serta AA yang berboncengan dengan DN. Insiden ini mengakibatkan AS, penumpang moge, meninggal dunia. Saat ini, Satlantas Polres Kulon Progo masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Kasihumas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, saat dikonfirmasi headline.co.id menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan dan langsung melakukan penanganan di lokasi kejadian.
“Kepolisian Resor (Polres) Kulon Progo membenarkan bahwa telah terjadi peristiwa kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor besar yang dikendarai oleh saudara MS berboncengan dengan saudari AS, dengan sepeda motor Yamaha Jupiter yang dikendarai oleh AA berboncengan dengan DN yang terjadi pada hari Minggu 1 Maret 2026 pukul 16.45 WIB di Jalan Wates-Purworejo Simpang Empat Mlangsen, Desa Palihan, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo yang mengakibatkan saudari AS meninggal dunia,” ujar Iptu Sarjoko.
Menurutnya, saat ini Satlantas Polres Kulon Progo masih melakukan penanganan intensif, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh dengan pendekatan ilmiah.
“Saat ini Satlantas Polres Kulon Progo masih melakukan penanganan intensif dengan melaksanakan olah TKP secara menyeluruh melalui metode TAA (Traffic Accident Analysis) untuk menganalisis peristiwa kecelakaan lalu lintas tersebut,” tegasnya.
Ia menjelaskan, metode tersebut digunakan untuk merekonstruksi kejadian secara komprehensif, mulai dari analisis posisi kendaraan, titik benturan, hingga faktor lain yang berpotensi memengaruhi kecelakaan.
“Proses ini dilakukan guna memastikan kronologi kejadian secara akurat, mengumpulkan barang bukti, serta melengkapi data-data yang diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kecelakaan,” jelasnya.
Selain olah TKP, penyidik juga masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian.
“Kami juga masih terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap para saksi di sekitar lokasi kejadian dan pihak-pihak terkait lainnya,” tambahnya.
Iptu Sarjoko menegaskan, pihaknya belum dapat menyampaikan kesimpulan akhir terkait penyebab kecelakaan karena proses penyelidikan masih berjalan.
“Untuk hasil penyelidikan terutama kesimpulan terkait penyebab kecelakaan belum dapat disampaikan karena proses masih berjalan dan kami ingin memastikan semua fakta terkumpul secara objektif dan profesional,” katanya.
Ia memastikan perkembangan selanjutnya akan disampaikan kepada publik setelah seluruh rangkaian penyelidikan dinyatakan lengkap.
“Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan kembali setelah hasil olah TKP dan penyelidikan dinyatakan lengkap. Demikian yang dapat kami sampaikan. Terima kasih atas kerja samanya,” pungkasnya.
Sebelumnya, berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, rombongan moge yang berjumlah belasan kendaraan melaju dari arah timur ke barat di Jalan Wates–Purworejo sekitar pukul 16.30 WIB. Setibanya di Perempatan Mlangsen, sebuah Yamaha Jupiter MX yang ditumpangi dua orang hendak menyeberang dari arah selatan ke utara.
“Motor yang menyeberang sudah sampai tengah, Harleynya kelihatan bingung ngambil kanan atau kiri,” ujar saksi mata Laila saat ditemui awak media.
Saksi juga menyebut rombongan moge sempat membunyikan klakson sebagai tanda peringatan. Namun jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari.
“Langsung bress gitu, kalau saya lihat tanpa ada pengereman,” ungkapnya.
Benturan keras menyebabkan kedua kendaraan terpental hingga masuk ke saluran irigasi di sekitar lokasi. Moge yang dikendarai MS bersama AS terlempar bersama kendaraan, sementara motor bebek yang dikendarai AA berboncengan dengan DN juga ikut terpental.
AS sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Rizki Amalia Temon sebelum dinyatakan meninggal dunia. MS mendapatkan perawatan di RSUD Wates dan kemudian dirujuk ke RS JIH dengan pengawalan kepolisian. Sementara itu, AA dan DN menjalani perawatan di RSUD Wates.
Sekitar pukul 20.42 WIB, jenazah AS dipindahkan menggunakan ambulans. Sebelumnya, jenazah telah disucikan di Rumah Sakit Rizki Amalia Temon



















